TAN MALAKA, METRO–Satpol PP Kota Padang kembali melakukan penertiban terhadap pelajar atau siswa yang kedapatan bolos di jam sekolah. Kali ini, puluhan pelajar SMA dan SMK diciduk aparat penegak perda, Selasa (29/8) pagi.
Sebanyak 18 pelajar SMA/SMK itu kedapatan sedang berada di kawasan Lubuk Lintah, Kecamatan Kuranji. “Penertiban pelajar ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah akibat masih banyaknya pelajar yang bolos dan nongkrong di warung saat proses belajar mengajar,” kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Satpol PP Kota Padang, Rozaldi Rosman.
Rozaldi mengatakan, efek buruk dari pelajar yang bolos dan nongkrong di saat jam pelajaran berlangsung adalah aksi tawuran.
“Aktivitas atau kegiatan mereka dapat memancing aksi tawuran antar pelajar yang belakangan ini marak lagi,” katanya.
Semua pelajar yang terjaring razia, katanya, dibawa petugas mengunakan mobil kendali massa (Dalmas) ke Kantor Satpol PP Kota Padang untuk diproses dan dibina lebih lanjut.
“Kami panggil pihak sekolah beserta orang tua mereka untuk dilakukan pembinaan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Rozaldi mengatakan, pengawasan pelajar yang keluyuran dan berada di luar lingkungan sekolah saat jam-jam proses belajar berlangsung akan terus dilakukan setiap hari oleh petugas.
Ia pun mengimbau kepada pihak sekolah agar memberi pembinaan lanjutan kepada para murid yang terjaring. Hal itu tersebut harus dilakukan guna memberikan efek jera agar murid yang bolos tidak mengulangi perbuatannya.
Satpol PP Kota Padang pun berharap peran serta orang tua dan pihak sekolah juga untuk bersama sama mengawasi siswa-siswinya. “Jangan sampai mereka bolos sekolah dan sampai terlibat dalam hal-hal negatif yang bisa berdampak buruk bagi masa depan mereka,” ujar Rozaldi.
“Kami juga mengimbau pihak sekolah agar lebih mengawasi siswanya agar tidak keluyuran pada jam proses belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya. (cr2)






