METRO SUMBAR

Sertifikasi Selesai 7 September, Bandar Udara Mentawai Siap Dioperasikan

0
×

Sertifikasi Selesai 7 September, Bandar Udara Mentawai Siap Dioperasikan

Sebarkan artikel ini
BANDAR UDARA ROKOT TUNTAS— Gubernur Mahyeldi Ansharullah meninjau pengerjaan BUM di Desa Rokot, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/8).

MENTAWAI, METRO–Bandar Udara Menta­wai (BUM) tinggal menunggu sertifikasi bandar udara untuk dapat beroperasi secara resmi.

Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, komunikasi dengan peme­rintah pusat, maskapai, dan Pemerintah Australia, te­rus dilakukan agar pesawat jenis ATR bisa segera mendarat saat sertifikat BUM terbit.

Hal itu disampaikan Mah­­yeldi usai meninjau pengerjaan BUM di Desa Ro­kot, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/8).

BUM dibangun untuk peningkatan bandara eksisting yaitu Bandara Rokot Sipora, sehingga didarati pesawat jenis ATR (pesawat penumpang rute pen­dek), yang bisa membawa hingga 70 lebih penum­pang dalam satu kali penerbangan.

“Potensi kepariwisa­taan di Kepulauan Mentawai sangat besar, sehingga keberadaan BUM diyakini memberikan dampak sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi masyara­kat. Saat ini, informasi sementaranya tanggal 7 Sep­tember nanti sertifikasinya selesai,” ucap Mahyeldi.

Potensi besar kepariwisataan Kepulauan Mentawai, terbukti dari data perkiraan kunjungan wi­satawan mancanegara (wis­man) ke Bumi Sikerei tersebut, di mana sekitar 350-500 wisman berlabuh dalam sepekan. Dari jumlah tersebut, disebutkan wisman terbanyak datang dari Australia.

“Oleh sebab itu, kita akan intensifkan komunikasi dengan pihak maskapai dan Pemerintah Australia. Agar, jika nanti BUM sudah bisa beroperasi, penerba­ngan dari Australia menuju BIM (Bandara Internasional Minangkabau) juga bisa dimulai, dan nanti dari BIM pesawat ATR bisa terbang ke BUM. Kita juga bisa membawa jemaah umroh asal Australia melalui BIM nantinya,” ucap Mahyeldi.

Informasi sementara dari pengelola BUM, sambung Mahyeldi, sudah cu­kup banyak maskapai yang menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan pesawat ATR ke Kepulauan Men­tawai. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Mentawai diyakini akan semakin me­laju melalui sektor pariwisata.

“Mudah-mudahan segala persiapan dan urusan yang diperlukan bisa berjalan lancar dan maksimal, sehingga keberadaan BUM nantinya sangat berdam­pak bagi perekonomian masyarakat Mentawai,” ucap Mahyeldi.

Sebagai informasi, Bandara baru di Kabupaten Mentawai tersebut memi­liki panjang runway 1.500 x 30 meter, sehingga dapat dilandasi pesawat ATR 72-600 berkapasitas maksimal 78 penumpang.

Sebelumnya, bandara yang lama (Bandara Rokot Sipora) hanya bisa dilandasi pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 12 orang dengan panjang runway 850 x 23 meter. (fan)