AGAM/BUKITTINGGI

Target Capaian Secara Nasional, Pemko Pariaman Gelar Rembuk  Stunting 2023

0
×

Target Capaian Secara Nasional, Pemko Pariaman Gelar Rembuk  Stunting 2023

Sebarkan artikel ini
REMBUK STUNTING— Wawako Mardison Mahyuddin melakukan komitmen saat Rembuk Stunting

PARIMAN, METRO–Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin menyatakan dalam upaya mempercepat pencegahan dan penurunan stunting, sekarang Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Perencanaan Pembangu­nan Daerah (Bappeda) meng­gelar rembuk stunting tingkat Kota Pariaman tahun 2023. “Kegiatan rembuk stunting ini merupakan salah satu tahapan yang penting dan wajib dilaksa­nakan kota, kecamatan dan desa dalam rangka korvegensi perencanaan stunting, dan telah menjadi agenda sebagaimana a­manah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penuru­nan stunting,” kata Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin yang juga Ketua Tim Percepatan Pe­nurunan Stunting (TPPS) Kota Pariaman, kemarin.

Katanya, menurut data Survey Studi Gizi Indonesia (SSGI) di Kota Pariaman prevalensi angka stunting yaitu 16%, target pemerintah secara nasional untuk menurunkan angka stunting tahun 2024 yaitu mencapai 14%. Terkait hal ini, dibutuhkan kesungguhan dan keseriusan antara pemerintah, pihak swasta, perguruan tinggi, masya­ra­kat serta seluruh stakeholder secara bersama menurunkan ma­salah stunting ini.

Wawako juga menje­laskan, kunci pencegahan kasus stunting adalah perhatian kepada ibu hamil dan balita di bawah 2 tahun. Perlu diupayakan secara kesinambungan dalam me­menuhi gizi spesifik dan gizi sensitif yang memerlukan keterpaduan lintas sektor. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan intervensi, perhatian dan kehadiran pemerintah daerah dan berbagai elemen. “Kalau kita abai terhadap anak-anak kita, maka akan terjadi gizi buruk dan pada akhirnya menyebabkan stunting. Oleh sebabnya, asupan gizi menjadi perhatian seluruh orangtua, jika ini rutin kita lakukan maka anak akan jadi yang pintar dan sehat,” ujarnya.

Di samping itu, upaya lain yang harus dilakukan melalui pembangunan sa­nitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi dan pemahaman secara baik serta ke­pedulian masing-masing individu. Masyarakat juga mengoptimalkan peran dalam upaya menanggulangi stunting. Mardison mengapresiasi peran semua pihak dalam pena­nganan kasus stunting di Kota Pariaman. Sejumlah peran penting dari semua pihak sudah dilakukan, sa­lah satunya dari peran Bapak Asuh Anak stunting Kota Pariaman.

Kepala Bappeda Kota Pariaman, Hendri mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai wujud komitmen bersama dalam penanganan stunting di Kota Pariaman. “Kegiatan ini melibatkan seluruh perangkat da­erah penanggung jawab layanan, bersama lintas sektor atau berbagai lembaga yang ada di Kota Pa­riaman,” terangnya.

Hendri mengatakan, rembuk stunting ini sesuai dengan Perpres Nomor 72 tahun 2021 yang telah menetapkan 5 pilar strategis nasional percepatan penurunan stunting, yakni pe­ningkatan komitmen dan visi pemerintah, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberda­yaan masyarakat, pe­ning­katan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif, peningkatan ketahanan pangan dan gizi, serta penguatan dan pe­ngembangan sistem data, informasi riset dan inovasi.

“Dalam rangka pelaksanaan strategi tersebut, maka hari ini kita me­nga­dakan rembuk stunting. Saya harapkan dapat me­ningkatkan komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting di Kota Pariaman ,” tutup Hendri yang juga Ketua Satgas Percepatan Penurunan Stunting ini. Pada rembuk stunting ini dia­gendakan pula penandatanganan berita acara dan komitmen bersama pena­nganan stunting di Kota Pariaman oleh forkopimda, kepala SKPD, camat, kepala desa dan lurah. (efa)