SOLOK/SOLSEL

Pertemuan Pokjanal Posyandu, Upaya Percepatan Integrasi Layanan Primer di Solsel

0
×

Pertemuan Pokjanal Posyandu, Upaya Percepatan Integrasi Layanan Primer di Solsel

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN POKJANAL— Bupati Solok Selatan H Khairunas hadiri pertemuan Pokjanal Dinas Kesehatan Pemprov Sumbar bersama Dinas Kesehatan Solsel.

PADANG ARO, METRO–Pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan sedang melakukan transformasi sistem layanan kesehatan primer dengan berfokus pada siklus hidup sebagai platform integrasi layanan kesehatan.  Untuk sejalan dengan itu, Dinas Kesehatan Pemprov. Sumbar bersama Dinas Kesehatan Solsel menggelar kegiatan pertemuan Pokjanal Posyandu dalam rangka Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Solok Selatan.

Kegiatan ini juga bentuk dukungan lintas sektoral dan berbagai pihak untuk mengakomodir kebutuhan fasilitas pelayanan sesuai perubahan tata kelola ma­najemen dan alur pelayanan.

Bupati Solok Selatan H Khairunas mengatakan kader Posyandu di Solok Selatan harus satu pemahaman tentang Pokja Posyandu ini agar berjalan dengan baik dan maksimal.

Baca Juga  Pendataan Keluarga 2021 Jadi Acuan untuk Mengambil Kebijakan

“Upaya kebijakan integrasi layanan Kesehatan primer yang terfokus pada pemenuhan pelayanan ke­sehatan, agar didukung semua pihak, terutama kader Posyandu sebagai terdepan dalam pelayanan dan lebih memahami Tupoksi masing-masing,” ka­ta Khairunas di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati, Senin (21/8).

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, dr. Pen­dewal mengatakan kebe­radaan Posyandu dapat menjadi pemandu bagi wali nagari dan perangkat nagari dalam peningkatan pelayanan sebagaimana dalam Permendagri No 8 Tahun 2018.

Dr. Pendewal menyebut saat ini terdapat 294 Posyandu yang tersebar diseluruh kecamatan, 91 diantaranya telah terintegrasi dengan PAUD.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS menyebut dengan lebih mengaktifkan kegiatan Posyandu bisa menyelesaikan berbagai program kesehatan, seperti screening terhadap penderita gangguan jantung, kanker payudara, pengawasan bayi dan balita termasuk penanganan stun­ting.

Baca Juga  DPMPPA Kota Solok Gelar Sosialisasi Peningkatan Peran Satgas PPA, Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan

Untuk itu dia menghimbau kepada dinas kesehatan dan stakeholder terkait untuk gebyarkan Posyan­du, meriahkan Posyandu agar menjadi tempat me­nyenangkan, menjadikan kegiatan Posyandu “party time” bagi anak bayi dan balita.

Selain itu, kader Posyandu sangat penting dioptimalkan kemampuannya karena mereka menjadi ujung tombak penanganan permasalahan di Posyandu.  Untuk diketahui, transformasi sistem layanan kesehatan primer dilakukan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkua­litas, dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif. (ped/rel)