MENTAWAI, METRO–Tragis! Bus pelat merah yang membawa rombongan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Kepulayan Mentawai mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya Tuapejat, Dusun Karonet, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Jumat (18/8) sekitar pukul 11.45 WIB.
Akibat insiden itu, beberapa orang anggota Paskibraka mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mentawai untuk mendapatkan pertolongan medis. Sedangkan bus posisinya rebah dengan keempat roda menghadap ke samping.
Pj Bupati Mentawai Fernando J Simanjuntak membenarkan informasi kecelakaan tersebut. Bahkan, pascakejadian, Fernando telah meengunjungi para pelajar yang tergabung dalam Paskibraka Kabupaten Mentawai itu di RSUD setempat.
“Setelah saya mendapat informasi adanya kejadian itu, saya langsung ke RSUD Mentawai untuk mengecek kondisi para pasukan Paskibraka. Karena usai kecelakaan itu, tim Paskibraka ini langsung dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan,” kata Fernando dikutip dari situs pemkab, Jumat (18/8).
Dia menyebut, kronologi ini berawal dari rombongan Paskibraka yang baru pulang dari salah satu bank yang ada di Tuapejat untuk membuat rekening baru. Mereka menggunakan bus milik Pemkab Kepulauan Mentawai yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Keluarga Berencana (DPMD2KB) dengan nomor polisi BA 7013 U.
“Kecelakaan itu terjadi ketika bus melewati jalan yang ada tikungannya. Sopir bus hendak berbelok, tiba-tiba ada salah satu kendaraan roda empat lewat dengan kecepatan tinggi, lalu supir bus terkejut,” ujar Fernando.
Menurut Fernando, melihat adanya jurang di sisi kiri bus, sopir pun memilih untuk banting setir arah ke kanan, hal tersebut bus oleng dan hilang keseimbangan hingga akhirnya bus terjatuh ke sisi kanan..
“Penumpang bus ketika itu berjumlah 24 orang, langsung dievakuasi dilarikan ke RSUD Mentawai. Kondisi mereka mengalami luka-luka, dan beruntung tidak ada korban jiwa. Dari 24 orang penumpang di dalam bus itu, 20 orang diantaranya sudah kembali ke Hotel Turonia.”Ada 3 orang lagi masih di observasi di RSUD, dan satu lagi menjalani rawat inap,” jelasnya.
Diketahui, Pasukan Paskibra yang terdiri dari 18 laki laki dan 6 perempuan yang mengalami kecelakaan hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dan diketahui semuanya berasal dari SMAN 1, SMAN 2 Sipora dan SMA Plus Setia.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Mentawai, Iptu Desmetri kepada media mengatakan, peristiwa kecelakaan ini diduga sopirnya kurang konsentrasi dan hilang kendali, sehingga mobil terbalik atau rebah kuda. Selain kehilangan kendali, bus juga diduga kelebihan muatan dari yang seharusnya hanya berkapasitas 19 orang, namun diisi 24 orang.
”Ada faktor kelebihan muatan juga. Akibat peristiwa kecelakaan tunggal ini, anggota paskibraka mengalami luka ringan, semua penumpang sudah di bawah dibawa ke RSUD Mentawai,” ujarnya.
Melihat posisi kecelakaan, kata Desmetri mobil berada di luar jalur jalan, pasca kondisi jalan licin sehingga menabrak pembatas jalan.
“Kondisi mobil saat terjadi kecelakaan diperkirakan terlempar sekitar lebih kurang tiga meter dari bahu jalan yang di kendarai pelatih paskibraka yang merupakan personel polres Mentawai,” tutupnya. (rul)






