PAYAKUMBUH/50 KOTA

LPKA Tanjung Pati dan Lapas Suliki, 126 Orang Narapidana dapat Remisi

0
×

LPKA Tanjung Pati dan Lapas Suliki, 126 Orang Narapidana dapat Remisi

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bupati Limapuluh Kota secara simbolis menyerahkan surat keputusan (SK) remisi dalam rangka peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI kepada 126 orang narapidana, terdiri dari 52 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tanjung Pati dan 74 WBP Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki. Remisi yang diberikan kepada para warga binaan di kedua Lapas tersebut mulai dari 1 bulan hingga 5 bulan.

“Hari ini, ada 126 warga binaan pemasyarakatan baik di LPKA Tanjung Pati dan Lapas Suliki yang mendapatkan remisi kemerdekaan. Ini ha­rus dimanfaatkan dengan baik untuk dapat berbaur kembali ke masyarakat dan menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Bupati Safaruddin usai pe­nyerahan remisi sesaat setelah pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Kamis, (17/8).

Bupati Safaruddin menuturkan bahwa untuk pertama kali pihaknya melakukan penyerahan remisi di dua LP yang berada di Limapuluh Kota yang sebelumnya ha­nya dilakukan di LPKA Tanjung Pati. Pada acara pe­nyerahan SK remisi dalam rangkaian peringatan HUT RI tahun 2023, Bupati Safaruddin juga membacakan sambutan tertulis dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, antara lain menuturkan bahwa pemberian remisi kepada WBP bukan semata-mata diberikan secara sukarela oleh pemerintah.

Namun, kata dia, merupakan sebuah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi WBP yang telah bersungguh-sungguh mengikuti pro­gram pembinaan yang diselenggarakan oleh unit pelaksana teknis pema­sya­rakatan de­ngan baik dan terukur.

“Saya berpesan kepada seluruh warga binaan yang mendapatkan remisi pada hari ini untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sebuah motivasi untuk selalu berperilaku baik, mematuhi aturan yang berlaku, me­ngikuti program pembinaa n dengan giat dan bersungguh-sungguh,” ujarnya.

Dia mengatakan program pembinaan yang saat ini dijalani oleh WBP merupakan sebuah sarana untuk mendekatkan mereka kepada kehidupan masyarakat. “Ke depan diharapkan aturan hukum dan norma-norma yang berlaku di ma­sya­rakat dapat terinternalisasi dalam diri WBP dan menjadi bekal mental spiritual dan sosial saat mereka kembali ke masyarakat di kemudian hari,” ujarnya.

Senada dengan Bupati, Kepala Lapas LPKA Tanjung Pati, Sahduriman berharap dengan pemberian remisi pada 17 Agustus 2023 dapat menjadi motivasi bagi para WBP agar ke depan bisa le­bih baik lagi. “Kami berharap dengan pemberian remisi pada tahun ini menjadi motivasi mereka untuk ke depan lebih baik dan harapan saya semua bisa mendapatkan remisi, agar menjadi motivasi untuk mereka berbuat yang terbaik bagi pribadi, bangsa, negara dan ma­syarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Suliki, Kamesworo dalam sambutannya mengatakan, pemberian remisi menandakan bahwa Peme­rintah Kabupaten Limapuluh Kota turut andil dalam program pembinaan Kemenkumham di Lembaga Pemasyarakatan. “Kami ber­terima kasih, untuk pertama kalinya dikunjungi Bupati Safaruddin, ini menjadi motivasi bagi jajarannya dalam melaksanakan pembinanaan terhadap warga binaan,” pungkasnya. (uus)