AGAM/BUKITTINGGI

Kurangi Resiko Bencana, BPBD Hadirkan Bocah Siaga Bencana di Bukittinggi

1
×

Kurangi Resiko Bencana, BPBD Hadirkan Bocah Siaga Bencana di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

DALAM rangka pe­ning­katan upaya penanggulangan bencana khususnya pada pengurangan resiko berbasis komunitas di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) menghadirkan Bocah Siaga Bencana (Bosina), Selasa(15/8) Pengukuhan pelajar usia dini peduli bencana itu dilaksanakan di kantor BPBD Bukittinggi yang dipimpin K­a­laksa, Ibentaro Samudra.

“Bosina terdiri dari 30 orang siswa dan siswi, SDN Sapiran juga pernah mewakili Bukittinggi dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana tingkat Pro­vinsi Sumatera Barat beberapa waktu lalu,” kata Ibentaro.

Menurutnya dengan di­tambah komitmen dari pihak sekolah dan orang tua siswa untuk melaksanakannya, menjadi alasan utama dari BPBD Kota Bukittinggi memilih SDN Sapiran.

Baca Juga  Novi Irwan Gunakan Dana Aspirasi untuk Bangun Insfrastruktur

“Dan hal ini baru pertama kalinya dilakukan di Kota Bukittinggi, Program ini me­rupakan tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 33 Tahun 2009,” kata Ibentaro.

Aturan itu meninjau tentang Pengurangan Resiko Bencana di Sekolah serta Perka BNPB Nomor 4 tahun 2012 tentang Penerapan Sekolah Aman Bencana. Bosina diharapkan menjadi cikal bakal penerus generasi yang peduli terhadap lingkungan dan sadar bencana di lingkungannya.

“Karena kalau lingku­ngan rusak ini salah satu penyebab terjadi bencana, kita jaga alam maka alam juga jaga kita, perlu digalakkan dari usia dini guna memupuk jiwa kepedulian baik terhadap alam maupun terhadap sesama, semoga program ini terus berlanjut dan menghasilkan insan kemanusiaan yang peduli ling­kungan dan sadar bencana,” kata Ibentaro.

Baca Juga  Deklarasi Kampanye Damai di Bukittinggi, Paslon Diimbau Kampanye Sehat

Pada kesempatan ini BPBD Kota Bukittinggi juga memberikan materi pengetahuan kebencanaan, pe­ngenalan disiplin dalam pe­laksanaan Peraturan Baris Berbaris, serta memperkenalkan peralatan kebencanaan seperti alat keselamatan perahu karet, alat pendeteksi gempa.

BPBD ikut menjelaskan peta bahaya bencana mengingat Kota Bukittinggi memiliki potensi ancaman utama yakni gempa bumi. “Kedepannya untuk misi awal, menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 78 Bosina akan di­libatkan dalam kegiatan pa­wai HUT RI nantinya,” pungkas Ibentaro Samudra. (pry)