METRO PADANG

IIP BUMN Sumbar Serahkan Bantuan untuk Program BAAS di Labuh Panjang

0
×

IIP BUMN Sumbar Serahkan Bantuan untuk Program BAAS di Labuh Panjang

Sebarkan artikel ini
DUKUNG PROGRAM BAAS— Ketua IIP BUMN Sumbar Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes, menyerahkan bantuan Rp20 juta untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) anak stunting & ibu hamil beresiko di Nagari Labuh Panjang, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, beberapa waktu lalu.

IDNARUNG, METRO–Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN Provinsi Su­mbar menye­rahkan ban­tuan sebesar Rp20 juta un­tuk mendukung Program BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting) yang di­man­faatkan untuk Pem­berian Makanan Tam­ba­han (PMT) anak stunting  & ibu hamil beresiko di Na­gari Labuh Panjang, Ke­ca­ma­tan X Koto Diatas, Ka­bu­paten Solok, Jumat (11/8) lalu.

Bertempat di Ruang Rapat Lantai I Kantor Pusat PT Semen Padang, ban­tuan dari Dharma Wanita Per­satuan Kementrian BUMN (DWP Kementrian BUMN)  diserahkan oleh Ketua IIP BUMN Sumbar Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes didampingi oleh Ketua Bidang Ekonomi dan Organisasi IIP BUMN Sumbar drg. Nestrauza Nasroel kepada Kepala Dinas PPKB dan P3A Kabupaten Solok dr. Maryeti Marwazi, MARS.

Rizanda Machmud me­nga­takan, bantuan PMT untuk percepatan penurunan  stunting (PPS)  di Nagari Labuh Panjang ini merupakan bantuan dari DWP Kementrian BUMN. “Bantuan ini diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan dari Presiden Joko Wi­dodo (Jokowi), yaitu percepatan penurunan  stunting,” katanya.

Baca Juga  Abdul Gafar Dilantik jadi Kepala BKD Sumbar

Istri Dirut PT Semen Padang Asri Mukhtar Dt. Tumangguang Basa itu ju­ga mengatakan bahwa ban­tuan PMT ini diberikan ke­pada balita stunting dan ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting. “Bantuan PMT ini diberikan untuk waktu 6 bulan. Dan, selama pemberian PMT kita akan pantau dan evaluasi hasilnya,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Unand itu.

Terkait dengan dipilihnya Nagari Labuh Panjang sebagai tempat untuk me­nyuk­seskan program Presiden Jokowi, Rizanda Machmud menyebut bahwa hal itu karna di nagari tersebut, persentase angka stu­ntingnya cukup tinggi. Dan, itu sebagian besar disebabkan oleh minimnya air bersih dan sanitasi.

“Makanya, ini perlu ko­la­borasi bersama. Kita juga butuh dukungan dari Semen Padang. Karena, untuk penanganan stunting harus secara serentak &  komprehensif, begitu juga sama halnya di Nagari Labuh Panjang. Tidak bisa PMT saja, akses sanitasi dan air bersihnya harus diperbaiki. Sebab, tidak akan pernah turun angka stunting kalau sanitasi dan air bersih tidak dibereskan,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Bahas Tiga Ranperda Usulan Pemko

Sementara itu, Kepala Dinas PPKB dan P3A Kabupaten Solok dr. Maryeti Marwazi, MARS atas nama Pemkab Solok mengucapkan terima kasih banyak kepada IIP BUMN Sumbar yang telah memilih Kabupaten Solok untuk menerima bantuan ini.

Dia berharap, dengan adanya bantuan ini, angka stunting di Kabupaten Solok, terutama di Nagari Labuh Panjang dapat diturunkan.

“Di Labuh Panjang angka stunting cukup tinggi. Dari data yang kami dapatkan, ada 13 balita stunting dan  keluarga berisiko stunting sebanyak 35 orang. Dan memang, selain faktor ekonomi, sanitasi dan air bersih yang tidak memadai juga menjadi pe­nye­babnya. Untuk itu, dengan adanya bantuan PMT dari IIP BUMN Sumbar ini, kami tentunya sangat berterima kasih sekali,” katanya. (ren/rel)