POLITIKA

Tingkatkan Partisipasi Pemililih Pemilu 2024, KPU Sumbar Gencarkan Sosialisasi ke Seluruh Sektor

0
×

Tingkatkan Partisipasi Pemililih Pemilu 2024, KPU Sumbar Gencarkan Sosialisasi ke Seluruh Sektor

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Komisioner KPU Sumbar Jons Manedi saat sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu serentak tahun 2024 di Kabupaten Solok, Sabtu (12/8) kemarin.

PADANG, METRO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) gencarkan sosialisasi pendidikan pemilih dengan menyasar semua sektor baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. Hal ini da­lam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024.

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Sumbar Jons Manedi mengatakan, menghadapi pemilu 2024 diharapkan partisipasi pemilih lebih meningkat dari Pemilu 2019 lalu.

“KPU menargetkan partisipasi pemilih meningkat pada Pemilu 2024 ini hingga 84 persen. Sebelumnya, Pemilu 2019 lalu partisipasi pemilih hanya 82 persen,” ujar Jons Manedi, Senin (14/8).

Dijelaskan Jons Manedi, Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Sumbar jumlahnya ada sebanyak 4.088.606 jiwa. “Makanya perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat, untuk me­nge­cek DPT online di www.­cekdpton­line.kpu.go.id,” ujar Jons Manedi.

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Solok itu mengatakan, bahwa pendaftaran DPT tambahan yaitu 30 hari menjelang pemilihan di Panitia Pemungutan Suara (PPS) terdekat.

Divisi yang diampu Jons Manedi menurutnya merupakan beranda KPU. Oleh karena itu, dituntut mampu berinovasi dan berkreasi dalam memberikan pelayanan informasi pemilu, sehingga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pemilu 2024.

Untuk itu, Jons Manedi me­ng­imbau kepada ma­syarakat yang belum terdaftar dalam DPT tetapi telah memenuhi syarat sebagai pemilih untuk segara melaporkan atau mendaftarkan data dirinya di sekretariat PPS, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau langsung melalui helpdesk KPU Kabupaten dan Kota.

Menurutnya, hal ini merupakan kebebasan dalam berpen­dapat yang menjadi ciri negara demokrasi, karena demokrasi tidak lepas dari pemilu. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjadi agen dalam proses sosialisasi pemilu.

“Kebebasan berpendapat merupakan salah satu ciri negara demokrasi, untuk itu mari kita gunakan kebebasan berpendapat untuk mensosialisasikan pemilu tahun 2024, agar jumlah pemilih mencapai persentase yang di targetkan, jangan guna­kan kebebasan dalam berpen­dapat dengan menyebarkan berita hoaks dan tidak golput,” ungkap Jons Manedi.

Jons Manedi juga mengatakan, bahwa proses pemilu yang bersih akan melahirkan pe­mim­pin yang bersih. Tentu hal ini diharapkan oleh semua pihak demi pembangunan daerah ke arah yang lebih baik lagi. Makanya, masyarakat harus jadi pemilih yang cerdas dan bebas dalam berpendapat yang menjadi ciri negara demokrasi.

Ia berharap, dengan dilakukannya berbagai kegiatan sosialisasi pemilu dan pendidikan pemilih tersebut bisa mempunyai dampak bagi pemilih agar memahami pentingnya hak dan kewajiban ma­syarakat dalam pelaksanaan penyelenggaran pemilu.

“Dengan adanya sosialisasi ini juga dapat mendorong peningkatan partisipasi pemilih karena pemahaman yang lebih baik mengenai proses pemilihan dan peran masyarakat dalam demokrasi,” pungkasnya. (cr1)