PESSEL METRO–Penanganan kebencanaan di negeri sejuta pesisir selatan ini memang harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah, Pesisir Selatan, melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD) semata. Gotong royong bersaama OPD terkait juga penting, dalam percepatan penanganan kebencanaan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Anggaran terbatas membuat isu utama menjadi pembicaraan dalam kaitan penanganan percepatan kebencanaan. Apalagi kabupaten Pesisir selatan menjadi wilayah yang rawan bencana. 182 Nagari dan 15 Kecamatan, banjir, dan tanah longsor.
Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD) terkadang kelabakan saat penanganan bencana di wilayah, Khususnya di Pesisir Selatan. Karena kebencanaan tidak harus menjadi dapur dari BPBD Pessel, tapi ada OPD terkait ikut menentukan percepatan penanganan bencana itu sendiri.
Penataan master plan pembangunan, pembangunan tata ruang kota dan perumahan, penataan pemukiman rakyat, pembangunan saluran primer dan sukunder dalam penanganan banjir di pusat kota juga hal penting diperhatikan dalam mengantisipasi banjir menjadi momok sebagian masyarakat di kota Painan.
Sementara itu, Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD), Kabupaten Pesisir Selatan Doni Gusrizal pada Posmetro, Jumat 11/8/2023 mengatakan, saat ini BPBD Pesisir Selatan mendapatkan anggaran 1 Miliar. Itu digunakan untuk Operasional dan perbaikan infrastruktur.
Diterangkan Doni Gusrizal, dari anggaran 1 Miliar tersebut 400 juta digunakan untuk operasional TRC dan 600 dipakai untuk perbaikan infastruktur.
” Hingga sampai saat ini serapan anggaran sudah mencapai 65 %, ” tutur Kepala BPBD Pesisir Selatan.
Lebih lanjut Doni Gusrizal berharap dengan anggaran tersedia di Badan Penangulangan Bencana Daerah ( BPBD), bisa mendukung kegiatan opersional dan perbaikan infrastruktur di lapangan secara.optimal. Sesuai dengan skala prioritas.
Badan Penangulangan Bencana Daerah, Kabupaten Pesisir Selatan akan berupaya seoptimal mungkin untuk mempergunakan anggaran yang ada dengan sebaik – baiknya. Untuk kepentingan masyarakat Pesisir Selatan.
” Daerah kita memang rawan bencana, ditambah wilayah yang memanjang dari Kecamatan Koto XI Tarusan hingga Kecamatan Lunang Silaut. Butuh kerja ektra jika terjadi bencana alam,” ungkapnya.( Rio)






