Kondisi tersebut jelasnya, dilakukan sambil berdiang nasi masak, artinya, sambil melakukan pertemuan pertemuan dan dialog dengan pimpinan parpol dan tokoh politik, sekaligus menjalankan tugas pendampingan hukum dan memperkuat silaturahim dengan teman teman sesama organisasi advokat.
“Kita melakukan pertemuan sambil diskuisi, apa yang akan dilakukan pasca tidak menjadi pejabat lagi. Saat itulah sebagian teman teman menyarankan masuk saja ke partai politik, karena zaman sekarang untuk memperjuangan masyarakat banyak lewat parpol,” ujarnya menjelaskan kenapa ia makin yakin untuk terjun ke politik.
Kenapa tidak kata teman teman seangkatan, baik yang senior maupun yang masih muda muda (yunior), kalau terpilih menjadi menjadi wakil rakyat di Sumatra Barat otomatis banyak persoalan masyarakat yang akan diperjuangan oleh dirinya.
“Mungkinkah, katanya, pada teman teman, sambil ceritakan sedikit, jadi langkah politik saya saat itu disarankan untuk tidak lagi menjadi komisioner, tapi jadilah menjadi wakil rakyat. Saat itulah terfikir bagi saya untuk merubah langkah politik untuk ke depannya,” ujarnya.
Kini katanya, ia telah melakukan pertemuan pertemuan dengan berberapa parpol agar dapat menjadi calon anggota DPRD Sumatra Barat.
“Kita berharap parpol yang mau menampung aspirasi saya menjadi anggota DPR Sumbar adalah partai yang komit dengan tugas menjembatani aspirasi rakyat, Insyaallah masih panjang dan banyak yang perlu diperjuangkan,” ungkapnya. (efa)
















