BUKITTINGGI, METRO–Kedai Grosir Restu Ayah dan Ibu di Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, didatangi perampok yang membawa senjata tajam jenis kapak. Bahkan, perampok itu menggunakan helem dengan kaca yang gelap agar wajahnya tidak dikenali.
Saat menjalankan aksinya, perampok itu mengancam penjaga kedai grosir yang merupakan seorang wanita muda dengan menggunakan kapak tersebut. Ia pun meminta agar penjaga kedai grosir menyerahkan uang yang ada di dalam laci meja kasir.
Karena merasa terancam, penjaga kedai grosir itupun hanya bisa menuruti permintaan perampok dengan menyerahkan semua uang yang ada dalam laci meja kasir. Setelah mendapatkan uang yang ditaksir sebanyak Rp 4,5 juta, perampok itu langsung kabur dari lokasi.
Kapolsek Ampek Angkek Canduang, AKP Saherman membenarkan adanya aksi perampokan yang terjadi pada siang bolong tersebut. Menurutnya, kasus tersebut masih terus diselidiki oleh jajaran Reskrim agar identitas pelakunya bisa diungkap dan pelakunya bisa ditangkap.
“Benar, telah terjadi dugaan pencurian di sebuah kedai grosir di Balai Gurah, Ampek Angkek saat kaum muslim melaksanakan ibadah jumat. Saat ini kami mengejar pelaku dengan proses penyelidikan,” kata AKP Saherman, kepada wartawan, minggu (6/8)
AKP Saherman menejelaskan, setelah mendapatkan laporan adanya aksi perampokan itu, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi.
“Tersangka melakukan pengancaman kepada penjaga warung dengan kapak. Dalam rekaman kamera CCTV yang terpasang di kedai grosir itu, terlihat pelaku memakai helem dan masuk melalui bagian belakang warung,” katanya.
Dijelaskan AKP Saherman, dalam aksinya, pelaku mengancam penjaga warung atas nama Jannah (22) dan meminta uang dalam kotak kasir diberikan seluruhnya. Berdasarkan perhitungan pemilik kedai grosir, uang tunai sebanyak Rp 4,5 juta dibawa kabur pelaku.
“Ciri-ciri pelaku sudah kami dapati, diduga ia tidak sendirian. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini dan kami minta masyarakat tetap berhati-hati dan antisipasi setiap tindak kejahatan, apapun informasi kami terima agar wilayah hukum Polresta Bukittinggi tetap aman,” katanya.
Sementara, penjaga Kedai Grosir Restu Ayah dan Ibu, Jannah mengungkapkan dirinya tidak bisa berbuat banyak ketika pencuri yang tiba-tiba muncul mengancam dengan sebilah kapak.
“Suasana sangat sepi karena semua orang ke mesjid untuk shalat jumat, pelaku itu mengacungkan kapaknya mengancam meminta uang, semua uang jual beli sejak pagi diambilnya dan langsung kabur,” kata Jannah.
Sementara, pemilik warung, Irsal, mengaku hanya bisa pasrah dan berharap pelaku bisa segera ditemukan. “Kecurigaan saya terhadap identitas pelaku tentu ada, tapi takut menuduh, semoga ia diberikan hidayah dan daerah ini aman kembali,” kata dia. (pry)





