BERITA UTAMA

Bocah 10 Tahun Tewas Disapu Air Bah

0
×

Bocah 10 Tahun Tewas Disapu Air Bah

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN— Warga beramai-ramai melakukan pencarian terhadap bocah 10 tahun yang hanyut disapu air bah di di Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar (SD) hilang terseret derasnya arus saat bermain dengan temannya di Sungai Landia, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Sabtu (5/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

Hilangnya korban bernama Gifril (10) sontak membuat warga setempat gempar. Warga pun langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan pencarian tehadap korban dan juga melaporkan kejadian itu ke BPBD. Namun, pencarian hingga pukul 19.45 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, sebelumnya korban Alvaro bermain dengan dua temannya di tepi sungai. Tiba-tiba debit air sungai membesar. Alvaro yang berada di pinggir sungai, hanyut terbawa arus deras. Sedangkan dua temannya berhasil menyelamatkan diri.

“Ayah korban yang sedang bekerja berusaha me­nyelamatkan. Tapi korban hilang terbawa arus. Tim BPBD, masyarakat dan pihak terkait lainnya melakukan pencarian dengan menyisir sungai. Korban baru ditemukan pukul 19.45 WIB, atau sejauh 5 kilometer dari tempat korban hanyut dengan kondisi meninggal dunia,” jelas Bambang Warsito, Minggu (6/8).

Sementara, Salah seorang warga Hanafi, mengatakan korban hilang terbawa arus sungai dari Sungai Landia. Menuturnya, korban berada dalam sungai di Nagari Sungai Landia sambil duduk di atas batu. Tiba-tiba datang arus besar hingga menghanyutkannya.

“Mengetahui korban dibawa arus, maka warga mencoba untuk mencari di sekitar sungai dari Sungai Landia Kecamatan Ampek Koto sampai ke Panta, Kecamatan Matur. Korban sudah ditemukan meninggal dunia dan dibawa ke rumah duka. Kesulitan mencari korban akibat air sungai keruh,” ujarnya.

Sementara Camat Matur Subhan membenarkan kejadian tersebut dan warga sedang melakukan pencarian di sepanjang sungai Panta-Aia Sumpu Nagari Matua Hilia. Untuk pencarian, ia telah melakukan koordinasi dengan Wali Nagari Panta, Polsek Matur, Pus­kesmas dan lainnya.

“Jadi, setelah mendapat laporan korban ini hilang terbawa arus sungai, warga bersama pihak terkait langsung turun melakukan pencarian. Setelah 4 jam lebih melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan. Tapi, kondisinya sudah tak bernyawa. Kuat dugaan, korban disapu air bah karena di hulu hujan deras,” tutupnya. (pry)