PADANG, METRO–Seribu lebih warga Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (4/8). Mereka terus mendesak untuk bertemu langsung Gubernur Sumbar agar konflik agraria yang terjadi di daerah mereka bisa diselesaikan.
Aksi tersebut merupakan hari kelima mereka berdemo sejak Senin (31/7) lalu. Masih sama dengan aksi-aksi sebelumnya, mereka berorasi secara bergantian menggunakan pengeras suara di depan Kantor Gubernur Sumbar.
Terlihat juga, sebagian warga memegang selebaran bertuliskan ‘Wanted Gubernur Sumatra Barat ‘, dan juga terpampang wajah Gubernur Mahyeldi. Meski begitu, hingga pukul 18.00 WIB, keinginan mereka untuk bertemu Gubernur kembali gagal. Mereka kemudian bergerak ke Masjid Raya Sumbar untuk beristirahat.
“Ini poster pencarian bapak Gubernur, karena sudah lima hari kami mencari,” ungkap salah seorang warga.
Dia menampik bahwa Gubernur Mahyeldi sudah menemui masa aksi di mesjid Raya Sumatera Barat, dia mengatakan yang ditemui Gubernur tersebut hanyalah sebagian masyarakat
“Bapak Gubernur belum menemui kami, yang dia temui di Mesjid Raya Sumbar itu hanya sebagian masyarakat kami. Sebetulnya kami bukan belum puas dengan pertemuan Bapak Gubernur dengan beberapa orang masyarakat itu, tetapi itu tidak membahas tentang aksi yang kami demo-kan ini,” ungkapnya.
Disampaikan oleh orator di panggung orasi, dengan tuntutan yang sama, mereka bersikukuh meminta kepada Pucuk Pimpinan Sumatera Barat itu untuk berlapang dada menemui mereka di lapangan aksi, mereka berjanji akan mendengarkan penjelasan yang akan disampaikan oleh Gubernur Mahyeldi.
“Assalamualaikum Pak Gubernur kami hari ini datang lagi. Kami ini hanya ingin bertemu Bapak Gubernur, kami tidak anarkis Bapak Gubernur, kami ini masyarakat biasa, tolonglah, tolong. Kami akan mendengarkan penjelasan bapak dengan duduk tenang,” kata orator yang memakai Almamater berwarna merah tua dengan suara merintih.
Sementara, tidak terlihat lagi massa aksi tandingan yang pro terhadap proyek PSN itu lagi, yang dihari sebelumnya selalu beradu mulut di panggung orasi. Sedangkan jalan di depan Kantor Gubernur dibuka setengah oleh Polresta Padang, dengan merekayasa lalu lintas, sehingga dapat dilalui oleh pengguna jalan di Kota Padang.
“Hari kita memberlakukan rekayasa lalulintas dengan membuka setengah badan jalan, ini dilakukan dengan menimbang kepentingan dan kenyamanan pengguna jalan agar dapat lewat, dan juga terlihat pendemo yang datang hari ini tidak begitu banyak,” ucap Kasi Humas Polresta Padang IPDA Yanti Delfina. (cr2)





