BERITA UTAMA

Hari Kelima, Ribuan Warga Air Bangis Gagal lagi Bertemu Gubernur

0
×

Hari Kelima, Ribuan Warga Air Bangis Gagal lagi Bertemu Gubernur

Sebarkan artikel ini
IMG 0152
DEMO— Ribuan warga Air Bangis, Kabupaten Pasbar kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur pada hari kelima.

PADANG, METRO–Seribu lebih warga Na­gari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat kembali meng­gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatra Barat (Sum­bar), Jumat (4/8). Mereka terus mendesak untuk bertemu langsung Gubernur Sum­bar agar konflik agraria yang terjadi di daerah me­reka bisa diselesaikan.

Aksi tersebut merupakan hari kelima mereka berdemo sejak Senin (31/7) lalu. Masih sama dengan aksi-aksi sebelumnya, me­reka berorasi secara bergantian menggunakan pe­ngeras suara di depan Kantor Gubernur Sumbar.

Terlihat juga, sebagian warga memegang selebaran bertuliskan ‘Wanted Gubernur Sumatra Barat ‘, dan juga terpampang wajah Gubernur Mahyeldi. Meski begitu, hingga pukul 18.00 WIB, keinginan mereka untuk bertemu Gubernur kem­bali gagal. Mereka kemudian bergerak ke Mas­jid Raya Sumbar untuk beristirahat.

“Ini poster pencarian bapak Gubernur, karena sudah lima hari kami mencari,” ungkap salah seorang warga.

Baca Juga  Pencarian Sinyal Telepon Seluler di Dharmasraya Berujung Maut, Tiga Pekerja Sawit Disambar Petir, Dua Tewas

Dia menampik bahwa Gubernur Mahyeldi sudah menemui masa aksi di mes­jid Raya Sumatera Barat, dia mengatakan yang ditemui Gubernur tersebut hanyalah sebagian masyarakat

“Bapak Gubernur belum menemui kami, yang dia temui di Mesjid Raya Sumbar itu hanya sebagian masyarakat kami. Sebetulnya kami bukan belum puas dengan pertemuan Bapak Gubernur dengan beberapa orang ma­syarakat itu, tetapi itu tidak membahas tentang aksi yang kami demo-kan ini,” ungkapnya.

Disampaikan oleh orator di panggung orasi, dengan tuntutan yang sama, mereka bersikukuh meminta kepada Pucuk Pimpinan Sumatera Barat itu untuk berlapang dada menemui mereka di lapangan aksi, mereka berjanji akan mendengarkan penjelasan yang akan disampaikan oleh Gubernur Mahyeldi.

“Assalamualaikum Pak Gubernur kami hari ini datang lagi. Kami ini hanya ingin bertemu Bapak Gubernur, kami tidak anarkis Bapak Gubernur, kami ini masyarakat biasa, tolong­lah, tolong. Kami akan mendengarkan penjelasan bapak dengan duduk tenang,” kata orator yang memakai Almamater berwarna merah tua dengan suara merintih.

Baca Juga  Duduk Santai di Pinggir Jalan Bahder Johan Kelurahan Puhun Tembok, Pengedar Ganja Ternyata lagi Tunggu Pembeli

Sementara, tidak terlihat lagi massa aksi tandingan yang pro terhadap proyek PSN itu lagi, yang dihari sebelumnya selalu beradu mulut di panggung orasi.  Sedangkan jalan di depan Kantor Gubernur dibuka setengah oleh Polresta Padang, dengan merekayasa lalu lintas, sehingga dapat dilalui oleh pengguna jalan di Kota Padang.

“Hari kita memberlakukan rekayasa lalulintas dengan membuka setengah badan jalan, ini dilakukan dengan menimbang kepentingan dan kenyamanan pengguna jalan agar dapat lewat, dan juga terlihat pendemo yang datang hari ini tidak begitu banyak,” ucap Kasi Humas Polresta Padang IPDA Yanti Delfina. (cr2)