METRO SUMBAR

Dorong Peningkatan Kualitas Layanan, Gubernur Sumbar Tetapkan RS Paru Sumbar sebagai BLUD

0
×

Dorong Peningkatan Kualitas Layanan, Gubernur Sumbar Tetapkan RS Paru Sumbar sebagai BLUD

Sebarkan artikel ini
PERESMIA RS PARU— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah usai meresmikan BLUD Rumah Sakit Paru Sumbar, melakukan dialog dengan salah seorang staf rumah sakit.

PDGPARIAMAN, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas la­yanan terhadap masya­rakat, salah satunya melalui pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Terbaru, Gubernur Sum­bar Mahyeldi Ansha­rullah meresmikan BLUD Rumah Sakit Paru Sumbar, di Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (3/8).

Mahyeldi mengatakan, pembentukan BLUD ini ber­tujuan untuk memberikan fleksibilitas

pengelolaan keuangan kepada rumah sakit daerah dalam memenuhi kebutuhannya. Selain itu, ia juga menilai terobosan itu diperlukan untuk peningkatan kualitas layanan.

“Setelah ini, kita berharap BLUD bisa bekerjasama dengan banyak pihak untuk percepatan pengembangan, baik dari segi skala maupun spesialisasi,” harap Mahyeldi.

Mahyeldi mengaku, sa­at ini RS Paru tengah menjajaki kerja sama dengan RSUP M. Djamil Padang. ia berharap, kedua belah pihak segera mendapatkan kesepakatan, agar manfaatnya bisa dinikmati ma­sya­rakat dalam waktu dekat.

Baca Juga  Sosialisasi MTQ Nasional ke-XXVIII Libatkan 16 Komunitas, Seni Pertunjukan Hadir dalam Karya Film

“Alhamdulillah, RSUP M. Djamil Padang telah membuka diri untuk bekerjasama, diharapkan itu bisa segera terealisasi,” harap Gubernur Mahyeldi.

Senada dengan itu, Di­rektur RS Paru Sumbar, Ardoni menerangkan pe­netapan BLUD RS. Paru itu berdasarkan SK Gubernur Sumatera Barat Nomor 500-366-2023 tanggal 17 Mei 2023.

Ia menuturkan, banyak persiapan yang telah dilakukannya menjelang pe­netapan tersebut, mulai dari penyiapan dokumen substansif sampai kebutuhan administratif lainnya. Meskipun demikian, ia me­ngaku cukup nyaman karena didukung penuh pimpinan.

“Ini tentu tidak mudah, tapi kami cukup nyaman karena mendapat duku­ngan penuh dari Gubernur Mahyeldi,” ucap Ardoni.

Baca Juga  Bupati Solok Kecewa dengan Kinerja OPD

Diungkapkannya, saat ini RS Paru Sumbar telah menjadi leading sektor untuk penanganan kasus TB Paru di Sumbar. Itu terlihat dari lebih dari 2000 kasus suspek TB Paru ditanga­ninya dalam setiap tahun, dengan asal pasien beragam, ada warga Sumbar tapi tidak sedikit juga yang berasal dari luar Sumbar.

“Pasien yang kita ta­ngani, tidak hanya lokal tapi juga ada dari luar Sumbar, sehingga pengembangan sudah menjadi sebuah kebutuhan,” ucapnya.

Ia berharap, terobosan pembentukan BLUD ini dapat meningkatkan mutu layanan sehingga mampu mendukung upaya Pemprov Sumbar untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima. (fan)