BERITA UTAMA

Gubernur Mahyeldi Temui Pendemo di Masjid Raya, Sempat Dihadang dan Dipaksa Tanda Tangan

0
×

Gubernur Mahyeldi Temui Pendemo di Masjid Raya, Sempat Dihadang dan Dipaksa Tanda Tangan

Sebarkan artikel ini
TEMUI PENDEMO— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat menemui beberapa pendemo asal Air Bangis, Pasbar usai shalat subuh di Masjid Raya Sumbar.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menemui warga Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) yang telah tiga hari melakukan unjuk rasa di Halaman Kantor Gubernur, saat salat subuh di Masjid Raya Sumbar, Kamis (3/8). Dalam kesempatan tersebut, mereka berdialog dan saling menyampaikan aspirasi masing-masing. Banyak fakta terungkap saat dialog itu.

Salah satunya adalah masyarakat merasa terancam sehingga takut untuk pulang sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Bahkan salah seorang di antara mereka ada yang meminta Gubernur Sumbar untuk memberikan perlindungan dan menuangkannya secara tertulis. “Sebelum ada hasil kami gak pulang pak. kami bisa terancam,” ucap salah seorang pengunjuk rasa kepada Mahyeldi.

Menyikapi informasi tersebut, Mahyeldi menegaskan tidak boleh ada ancam mengancam. Ia kemudian menanyakan kepada para pengunjuk rasa yang hadir, siapa yang mengancam dan atas dasar apa ancaman itu dilakukan. Namun pertanyaan Mahyeldi tersebut tidak dijawab secara jelas oleh masyarakat.

Mahyeldi menegaskan kembali kepada para pengunjuk rasa, ia akan menjamin keamanan semua masyarakat, baik selama berada di Padang ataupun saat akan kembali ke daerah asal. Jika perlu, ia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar masyarakat dapat dikawal sampai ke kampung halamannya nanti.

“Bapak dan Ibu diancam terkait apa? jika terkait hasil panen nanti itu bisa dijual ke koperasi. Tapi jika terkait jiwa, kita akan minta pengawalan dari polisi, kita kawal sampai ke sana, Insha Allah Bapak dan Ibu akan aman,” tegas Mahyeldi.

Baca Juga  Ditinggal Sendirian, Wanita Lansia Ditemukan Tewas Membusuk

Kemudian masyarakat menekankan kembali kepada Mahyeldi, mereka ingin dipastikan, bisa memperoleh rasa aman selamanya, tidak hanya sementara. Karena ini terkait dengan keberlanjutan hidup mereka dan keluarga sampai anak cucu nanti.”Kami hanya ingin aman sampai selanjutnya pak, sampai anak cucu nanti. bukan cuman sementara pak,” harap masyarakat Air Bangis.

Harapan tersebut kemudian dijawab Mahyeldi secara lugas dan tegas, dengan mengatakan keamanan masyarakat adalah salah satu tanggung jawabnya sebagai pemerintah, negara akan hadir di situ. “Tidak ada yang boleh mengintimidasi masyarakat, negara akan hadir untuk itu. saya akan pastikan,” tegas Mahyeldi.

Tidak hanya itu, Mahyeldi juga memastikan keamanan itu tidak hanya terhadap jiwa tapi juga untuk harta benda termasuk tempat tinggal dari setiap masyarakat yang ikut berdemo. “Kita akan pastikan Bapak dan Ibu aman, tidak hanya jiwa tapi juga rumah hunian Bapak dan Ibu tidak akan ada yang terusik,” tegas Mahyeldi.

Selanjutnya Mahyeldi mengajak para pengunjuk rasa untuk lebih bijak dalam bersikap. Jika itu tercatat sebagai aset negara sebaiknya tidak diolah secara ilegal, kalaupun ada niat untuk itu lakukanlah sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga mengatakan, tidak ada kebijakan negara yang niatnya untuk menzalimi masyarakat. Tapi sebaliknya semua untuk mensejahterakan masyarakat.

“Tidak ada satu pihakpun di negara ini yang berniat untuk mengusir masyarakat dari sana. Apalagi yang sudah ditinggali selam puluhan tahun, tidak ada itu, saya yang menjamin,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Hasil Survei Spektrum Politika, 7 Poin Penyebab PDI-P Sulit Diterima Warga Sumbar

Mahyeldi menilai, untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini perlu kejujuran dan jangan ada yang ditutup-tutupi, agar persoalan ini bisa dilihat secara utuh dan jernih. Sehingga nantinya dapat dirumuskan langkah penyelesaian yang objektif dan solutif sesuai aturan yang berlaku.

Terkait adanya pihak yang diamankan kemaren, Mahyeldi menegaskan itu murni kewenangan aparat penegak hukum. “Terkait ada yang ditangkap, sebaiknya itu ditanyakan kepada pihak kepolisian, saya tidak terlalu paham tentang itu. Tapi jika tidak ada kesalahan saya rasa tidak mungkin akan diamankan, lebih jelasnya nanti koordinasikan dengan pihak kepolisian saja,” jelas Mahyeldi.

Mahyeldi juga menawarkan, jika masyarakat ingin tahu apa yang menjadi dasar dari pengamanan itu. Ia bersedia untuk bersama-sama dengan masyarakat bertemu dengan pihak kepolisian.

“Jika memang perlu, saya siap bersama-sama dengan masyarakat bertanya kepada pihak kepolisian terkait alasan penahanan tapi untuk membebaskan itu tidak sesederhana itu. Kita harus hormati proses hukum yang tengah berjalan,” ujar Mahyeldi.

Setelah mendengar penjelasan Mahyeldi tersebut, masyarakat terlihat mulai tenang dan memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Sebelum meninggalkan lokasi, Mahyeldi sempat dihadang oleh beberapa orang perwakilan mahasiswa yang menuntut agar tuntutan tertulisnya terkait dengan permasalahan Air Bangis ditandatangani.

Namun Mahyeldi menolak permintaan tersebut karena menganggap ia dan masyarakat sama-sama telah memahami apa yang sesungguhnya terjadi. “Saya rasa ini sudah jelas, tidak perlu diperpanjang lagi. Kasihan masyarakat,” ucap Mahyeldi sebelum meninggalkan lokasi. (fan)