Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pangan, Konsumsi dan Keamangan Pangan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Linda Ritawati dalam kesempatan tersebut, mengungkapkan, jika Dinas Pangan langsung membina KWT Ikhwatunnisa sejak 2019. Menurut dia, KWT Ikhwatunnisa terus eksis dengan kegiatan kelompok tani yang berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan ibu-ibu kelompok tani dari KWT Ikhwatunnisa. Kegiatannya jelas dan sekarang sudah bisa menghasilkan produksi dan memberi income kepada anggota dan juga masyarakat sekitar. Banyak yang dihasilkan, seperti kerupuk bayam, kerupuk bawang, minuman rosella, agar-agar dan minuman jelly dari olahan bunga telang, rosella, dan banyak produksi dari pangan lokal yang bernilai ekonomis,” ungkap Linda, yang ikut mendampingi dalam penilaian tim provinsi tersebut.
Linda menjelaskan, KWT Ikhwatunnisa makin berkembang ketika terjadi pandemi Covid-19. Sehingga Pemko Padang melalui Dinas Perikanan dan Pangan memberi bantuan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk KWT Ikhwatunnisa.
Menurut dia, kegiatan pemberdayaan KWT yang sudah dilaksanakan, selain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, juga untuk meningkatkan pelayanan kepada petani khususnya anggota KWT agar usahataninya yang berbasis off farm (hilir) berkembang.
“Pemko Padang terus berupaya menjamin ketersediaan pangan serta mengurangi angka stunting di masyarakat dengan memastikan pangan sehat di lingkungan sekitar. Kami juga ingin warga terlibat langsung. Anggota KWT diberikan ilmu yang lebih mendetail sebagai tujuan membentuk KWT yang profesional. Mulai dari pemilihan benih, penanganan benih hingga menjadi bibit, dan lainya,” ulas Linda.
Dia berharap, KWT Ikhatunnisa bisa menjadi yang terbaik dalam penilaian Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2023. Selain itu, KWT Ikhatunnisa juga dapat menginspirasi KWT lain yang ada di Kota Padang.
“Kita berharap KWT Ikhwatunnisa terus mengelola dan menghasilkan produksi pangan dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan di wilayahnya. Serta lahan-lahan pekarangan masyarakat bisa ditanam dengan berbagai macam tanaman pangan, sehingga dapat membantu nantinya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” pungkas Linda. (ren)






