TABING, METRO–Tim Penilai Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2023, mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ikhwatunnisa Parupuk Tabing, Kecamatan Kototangah, Kamis (3/8). KWT Ikhwatunnisa yang sudah berdiri sejak 9 Agustus 2019 ini, menjadi wakil Kota Padang dalam lomba tingkat provinsi tersebut.

Hadir dalam kesempatan selain dari Dinas Pangan Provinsi Sumbar, juga ada Camat Kototangah, Lurah Parupuk Tabing, perwakilan Kantor Wilayah BRI Padang.
Pembina KWT Ikhwatunnisa dan juga Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kota Padang, Pun Ardi mengungkapkan, terpilihnya KWT Ikhwatunnisa sebagai wakil Kota Padang, karena sebelumnya KWT ini menjadi juara I Lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Tingkat Kota Padang.
“Alhamdulillah, KWT Ikhwatunnisa dinilai tim dari Dinas Pangan Provinsi Sumbar. Keberhasilan ini adalah kerjasama, keterpaduan dan giat semua anggota KWT serta dengan pengurus Masjid Ikhwatun dan juga tokoh masyarakat. KWT Ikhwatunnisa memang layak maju untuk tingkat provinsi,” ungkap Pun Ardi.
Pun Ardi yang juga anggota DPRD Kota Padang ini menjelaskan, keberadaan KWT Ikhwatunnisa sejak 2019 hingga saat ini semakin tumbuh dan berkembang. Jika awalnya, hanya pemanfataan pekarangan halaman masjid dengan menanam tanaman pangan, kemudian berlanjut dengam hidroponik. Hingga saat ini, KWT Ikhwatunnisa bisa menghasilkan produk olahan pangan lokal.
“KWT Ikhwatunnisa saat ini juga menjadi inspirasi bagi KWT lain di Kecamatan Kototangah dan daerah lain di Kota Padang. Tidak hanya itu, KWT ini juga menjadi tempat studi tiru dari provinsi luar Sumbar. Seperti dari Kabupaten Kampar, Kabupaten Simalungun, mulai dari kepala dinas, anggota DPRD serta rombongan KWT mereka,” ulas politisi PKS ini.
“Alhamdulillah, Ikhwatunnisa mendapat binaan langsung dari Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang sejak awal hingga kelompok ini sudah mampu menghasilkan produksi olahan pangan lokal. Kami juga mendapat bantuan dari Dinas Pangan Kota Padang serta bantuan pembangunan infrastruktur urban farming dan infrastruktur penunjang lainnya bagi Kelompok Wanita Tani,” lanjut Pun Ardi.






