BERITA UTAMA

Demo Hari Ketiga, Ribuan Warga Air Bangis Gagal Bertemu Gubernur, Muncul Massa Tandingan Pro Proyek Strategis Nasional

0
×

Demo Hari Ketiga, Ribuan Warga Air Bangis Gagal Bertemu Gubernur, Muncul Massa Tandingan Pro Proyek Strategis Nasional

Sebarkan artikel ini
UNJUK RASA— Ribuan warga Air Bangis, Pasbar kembali melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Gubernur Sumbar. Sementara, muncul massa tandingan yang pro pelaksanakan PSN.

PADANG, METRO–Tak kenal lelah, ribuan masyarakat Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat yang terdiri dari laki-laki, wanita hingga anak-anak kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (2/8).

Aksi tersebut merupakan hari ketiga mereka berdemo sejak Senin (31/7) dengan maksud konflik agraria yang terjadi di daerah mereka bisa diselesaikan pemerintah. Mereka tidur di Masjid Raya Sumbar dan kembali datang berdemo ke Kantor Gubernur Sumbar untuk bertemu langsung dengan Mahyeldi.

Teriakan masyarakat terus bergema meminta agar Gubernur Sumbar bisa menemui dan mendengar langsung permintaan mereka. Namun, hingga sore, mereka pun belum bisa bertemu dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi, sehingga massa pun bergerak ke Masjid Raya Sumbar untuk beristirahat.

Hanya saja, pada aksi hari ketiga ini, muncul massa tandingan dari masyarakat Nagari Air Bangis yang pro terhadap kebijakan serta penegakan hukum pihak kepolisian terhadap warga yang melanggar pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) di Air Bangis. 

Datangnya rombongan yang pro dengan mengatasnamakan Anak Nagari Air Bangis, jumlahnya jauh lebih sedikit. Diperkirakan jumlahnya hanya puluhan orang, sedangkan massa yang kontra yang mencapai ribuan orang. 

Kehadiran massa pro PSN ini ditempatkan di lokasi terpisah yang saling berhadap-hadapan dengan massa yang kontra terhadap pelaksanan PSN di tengah jalan depan Kantor Gubernur. Mereka dibatasi di bagian tengah oleh personel Polisi yang membuat formasi pembatas.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah mempersilahkan kedua kubu yang berseberangan untuk mengutus perwakilan bertemu dengannya di ruang rapat Gubernur Sumbar.

Tetapi massa demonstrasi yang kontra yang beraliansi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumbar itu, menolak menemui Gubernur Sumbar di ruangannya, dan tetap meminta Gubernur Sumbar menemui mereka di lapangan.

Tetapi, massa yang mendukung penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang ingin menggagalkan proyek strategis nasional (PSN) malah menyetujui dan mengutus perwakilan mereka untuk bertemu dengan Gubernur Sumbar di ruangan rapat Gubernur Sumbar di lantai II Kantor Gubernur.

Dalam pertemuan tersebut, Tokoh Masyarakat Air Bangis yang juga Mantan Kepala Jorong di Kenagarian Air Bangis Efif Syahrial memaparkan, pihaknya mendukung keputusan Gubernur Sumbar untuk merealisasikan PSN yang telah digaungkan pemerintah sejak 2014 lalu. 

Efif Syahrial sangat mengutuk aksi demonstrasi yang dilakukan mengatasnamakan masyarakat Air Bangis. Menurutnya, para pendemo tersebut pendatang yang berladang di hutan produktif di Air Bangis.

“Kami warga pribumi sangat menyesalkan pendemo mengatas namakan warga Air Bangis. Mereka adalah pendatang dari utara sana yang berladang di hutan produktif yang dilarang digarap oleh pemerintah,” tegasnya.

Efif Syahrial menjelaskan juga, kehadiran mereka sebagai pendatang awalnya perorangan, kemudian membawa rombongan secara bertahap untuk membuka ladang sawit di hutan produktif Air Bangis.

“Saya pada saat itu menjadi wali jorong di sana. Saya yang membangun perkampungan untuk mereka. Saya yang membangun sekolah untuk mereka. Tapi sekarang, mereka melakukan aksi demo dengan mengatas namakan masyarakat Air Bangis. Yang sangat saya sesalkan, mereka berdemo membawa anak-anak. Ini yang saya sesalkan,” tambahnya.

Efif Syahrial menambahkan, pada saat ini telah ada koperasi yang menampung sawit-sawit mereka, tetapi mereka tidak mau menjual sawit ke koperasi.

“Kami saja, warga asli Air Bangis, jangankan lahan sawit, satu batang pohon sawit pun tidak kami miliki. Aksi demo mereka ini di tunggangi oleh pengusaha sawit yang memiliki lahan 300 hektar,” jelasnya.

Efif Syahrial meminta seluruh masyarakat Air Bangis mendukung PSN yang berada di Air Bangis. Karena, dengan proyek itu, dapat menghidupkan pertumbuhan ekonomi di Air Bangis.

“Mari kita dukung proyek nasional ini. Jika jalan, proyek ini akan menelan 32 ribu tenaga kerja. Dampaknya, sangat menguntungkan bagi Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wali Jorong Pasar Duo Suak, Kenagarian Air Bangis. Menurutnya, aksi pendemo ini didukung oleh pengusaha sawit yang mempunyai lahan sawit di hutan produktif Air Bangis, Pasbar.

“Mereka berdemo ditunggangi oleh pengusaha sawit yang mempunyai lahan 300 hektar. Jika mereka tidak ikut berdemo ke Padang, maka akan dikucilkan dari masyarakat,” paparnya.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansarullah dalam kesempatan tersebut memaparkan, hari ini pihaknya mengalokasikan waktu untuk berdialog dengan dua kubu yang berorasi. Tetapi hanya satu pihak yang mau berdialog di ruangan Gubernur Sumbar.

“Saya heran kenapa saya didemo. Saat ke Air Bangis untuk mendistribusikan alat tangkap nelayan, di sana malah saya di tanya kapan proyek akan dimulai,” tanyanya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menambahkan, PSN adalah kepentingan negara, dan akan menyelamatkan negara. Mahyeldi menegaskan, PSN menjawab kebutuhan negara, bukan kebutuhan daerah.

PSN yang dirancang tersebut nantinya akan pergunakan untuk menjaga ketahanan minyak nasional. Agar dapat memenuhi kebutuhan BBM jika suatu saat terjadi embargo dari negara pemasok BBM ke Indonesia.

“Proyek ini sebetulnya menjawab kebutuhan negara, bukan hanya pemerintah provinsi. Jika negara kita terjadi embargo dari negara penyuplai, maka Indonesia hanya mampu bertahan 21 hari. Beda dengan Malaysia yang mampu 30 hari. Apalagi Cina dan Amerika yang mampu memiliki cadangan BBM satu tahun,” katanya.

“PSN ini telah dicanangkan sejak saya menjadi Wali Kota Padang. Saat menjadi Wali Kota Padang saya menawarkan Bungus, Kota Padang untuk dijadikan proyek dari PSN, tetapi tidak berjalan. Beberapa daerah lain di Indonesia tidak juga sebelumnya sudah di tawarkan tetapi tidak memenuhi syarat. Di Pontianak sudah dicoba, di Cilacap juga sudah dicoba, bahkan mereka sudah mengeluarkan uang puluhan miliar, tapi tidak jadi,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, Mahyeldi mengatakan, Pelabuhan Teluk Tapang akan berdampak pada perekonomian Sumbar dan Sumut. “Ini adalah potensi. Maka, untuk mendukung semua itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI telah membangun akses jalan ke Teluk Tapang sebesar Rp 800 miliar,” tutupnya. 

Selain itu, katanya, juga diharapkan dengan beradanya PSN di Air Bangis, Pasbar, diharapkan juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat asli Air Bangis. “Bahkan kita akan membuka sekolah di sana agar dapat diserap di dunia kerja,” tambahnya.

Mahyeldi juga menyinggung tentang kepemilikan lahan masyarakat yang beratus-ratus hektar di sana, “Yang namanya rakyat tidak ada memiliki lahan hingga dua ratus hektar. Kalau memiliki lahan sebanyak itu, itu bukan rakyat namanya,” tegasnya.

Meski sudah mengetahui Kantor Gubernur Sumbar tiga hari didemo oleh masyarakat yang datang dengan berkekuatan 1.500 orang, Mahyeldi tetap berkomitmen untuk hanya menemui utusan dari masing-masing pihak. “Sudah dua kali komitmen kita untuk bertemu dengan mereka pertama siap zuhur, dan sekarang. Hingga saat ini mereka belum mau untuk bertemu,” terangnya.

“Kewajiban kita sebagai Pemprov Sumbar, kewajiban-kewajiban mereka sudah kita penuhi, anak-anak sudah kita berikan pelayanan beserta ibu-ibunya, yang sakit kita obati serta makanan juga kita salurkan,” ucapnya.

Usai pertemuan dengan massa yang pro penegakan hukum PSN, secara terpisah di luar Kantor Gubernur, massa yang kontra penegakan hukum masih tetap bertahan melakukan aksi. Mereka tetap bersikukuh menginginkan Gubernur Sumbar mendatangi mereka. 

Sementara, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Anshrullah memerintahkan Sekdaprov Sumbar, Hansastri untuk menemui massa. Namun, massa tetap bersikukuh ingin bertemu Gubernur Sumbar. Sementara, massa yang pro penegakan hukum dan PSN setelah pertemuan dengan Gubernur Sumbar kembali melakukan aksi berhadap-hadapan dengan massa yang kontra penegakan hukum kepolisian. 

Aksi massa dua kubu tersebut berakhir pada pukul 17. 00 WIB setelah masing-masing kubu diperingatkan oleh Polisi melalui sirine mobil patwal untuk membubarkan diri. Massa kontra penegakan hukum PSN akhirnya kembali ke Masjid Raya Sumbar, untuk menginap kembali di sana. (cr2)