Oleh: Reviandi
Setelah ditunggu sekian lama, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatra Barat (Sumbar) Alirman Sori akhirnya menampakkan kemana langkahnya pada Pemilu 2024. Dia yang resmi tak maju lagi melalui jalur DPD dengan tidak mendaftar kembali, kini memastikan diri bersaing merebut satu dari delapan kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumbar 1. Partai yang kini dibela Also – begitu akronim namanya mulai dikenalkan sangat tak terduga.
Mantan Ketua DPRD Pesisir Selatan (Pessel) 2004-2009 itu tidak maju dengan Partai Golkar, partai lamanya. Bahkan, status yang pernah menjadi Ketua DPD Golkar Pessel 2009-2015 dan pastinya masih kader, tak membuatnya mengambil slot di partai beringin itu. Bukan juga Partai Demokrat, seperti yang digembar-gemborkan publik selama ini.
Yang menjadi pelabuhan Also adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Terlihat dari beberapa balihonya di Pessel yang telah berseragam hijau PPP dan menyatakan maju ke DPR RI. Perjuangannya cukup berat, karena 2019, PPP kehilangan kursi di Dapil 1 Sumbar, setelah terakhir diisi Epyardi Asda pada Pemilu 2014. Tapi mungkin ini pulalah yang membuatnya memilih PPP, tak ada saingan incumbent.
Jika bertahan di Golkar, Also harus bersaing dengan incumbent Darul Siska yang sudah beberapa kali menjadi anggota DPR RI. Meski suara Darul Siska 2019 kurang meyakinkan, hanya 26.920, tak membuat Also yakin maju dari Golkar. Atau nomor urut yang susah didapatnya, meski sangat lama menjadi kader Golkar. Bahkan saat menjadi anggota DPD RI 2009-2014, Also naik kelas dari Sekretaris Golkar Pessel menjadi ketua.
Alasan lainnya mungkin kurang mendapatkan dukungan dari pengurus Golkar yang diperkirakan akan lebih banyak merapat kepada Zigo Rolanda, putra ketua DPD Golkar Sumbar Khairunas. Zigo adalah Ketua DPRD Solsel dan Khairunas Bupati Solsel, yang akan membuat ragu siapapun yang maju dari Golkar hari ini. Diketahui, pemilih di Solsel mencapai 129.428 yang akan menjadi “basis” utama Zigo selain di Kabupaten Solok dan Kota Solok.
Partai Demokrat pun juga bukan jalan yang baik bagi Also, karena Darizal Basir masih mencalonkan diri untuk keempat kalinya ke DPR RI. Darizal adalah “mentor” Also yang pernah menjadi Bupati Pessel dua periode 1995-2000 dan 2000-2005. Darizal Basir telah menjadi anggota DPR RI sejak 2009, saat Partai Demokrat merajai Indonesia. Sudah tiga periode putra asli Bayang Pessel ini menjadi anggota DPR.
Sebagai petarung politik senior, Also yang kini berumur 54 tahun sudah punya kalkukasi peluang. Kabarya, Partai Gerindra juga menawarkan posisi Caleg DPR RI kepadanya, tapi Also tak mengambilnya. Gerindra saat ini adalah partai terbesar di Sumbar yang telah dihuni tokoh-tokoh kuat di DPR RI. Di Dapil 1, pada 2019 diisi Andre Rosiade dan Suir Syam. Dua nama yang kemungkinan susah digeser Also jika maju dari partai ini. Also mungkin dibidik menggantikan kader Gerindra Nasrul Abit yang telah meninggal.
Jadi, PPP adalah pilihan paling sempurna Also menunjukkan jati dirinya sebagai politisi yang bisa membantu Sumbar lebih baik. Dua periode di DPD RI, Alirman paham betul begitu susahnya bergerak dari lembaga perwakilan daerah. Meski disebut “senator” tapi tugas dan fungsi DPD tak sekuat DPR RI, apalagi bisa membuat para Menteri manut. Kalimat cukup dua periode di DPD adalah gambaran bagi Also.
Membaca peluang Also di DPR RI, sebagai anggota DPD dia pasti sudah berkeliling Sumbar, meski Dapil 1 cuma 11 Kabupaten dan Kota. Terdiri dari Kota Padang, Pesisir Selatan, Mentawai, Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Padangpanjang, Tanahdatar, Sijunjung, Dharmasraya dan Sawahlunto. Sudah banyak rekam jejak yang diukir Also minimal di sana.
Tapi, sebagai putra Pessel, Also pasti akan mengandalkan suara mayoritasnya dari Pessel. Dia akan “bentrok” dengan Darizal Basir yang masih giat berkeliling meski telah berusia 72 tahun. Suara DPD RI 2019 yang mencapai 205.859 tak akan mudah diraih Also lagi. Suara itu berasal dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar, sementara Padangpariaman, Kota Pariaman, Pasbar, Pasaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh dan Limapuluh Kota ada di Dapil Sumbar 2.
Meski menyebar di 11 Kabupaten dan Kota, tapi mayoritas wakil rakyat memiliki basis suara masing-masing. Bagi Also, tentu Pessel yang punya pemilih 2024 mencapai 380.622 adalah peluangnya. Namun, dengan maju dari PPP, Also tak akan bisa duduk hanya dengan suara di bawah 50 ribu seperti beberapa anggota DPR lainnya.
Untuk mengamankan kursi, setidaknya delapan orang Caleg DPR RI dari PPP harus mengumpulkan suara sekitar 200 ribuan. Kalau tidak, maka PPP kembali tidak akan mendapatkan kursi lagi di DPR RI dari Sumbar tahun depan. Also harus lebih kuat mendapatkan suara di Pessel, sementara di 10 daerah lainnya juga harus mampu “mencuri” suara yang signifikan. Karena kalau masih seperti 2019, suara kader-kader PPP belum mampu berbuat banyak.
Apalagi hari ini, PPP adalah partai yang telah menyatakan dukungannya kepada calon Presiden Ganjar Pranowo. Capres yang di Sumbar tidak begitu diminati oleh calon pemilih. Berkaca dari berbagai survei, Ganjar masih berada di posisi paling buncit di bawah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Angkanya juga sangat jauh di bawah, masih di kisaran 5 sampai 10 persen saja.
Bertandem dengan Ganjar bukanlah jalan yang akan diambil Also. Apalagi, Ganjar berasal dari PDIP yang lebih menguntungkan kader partai berlogo banteng moncong putih itu. Andai benar Ganjar menggandeng Sandiaga Uno yang kini jadi kader PPP, Also dan para pendukung Ganjar sedikit bisa bernafas lega. Karena, Sandiaga sangat dikenal dan diminati pemilih Sumbar. Karena pernah menjadi Cawapres 2019 berpasangan dengan Prabowo Subianto.
Meski disebut analisa ini agak keras, Also tidak akan bisa menampik kenyataan pahit bagi pendukung Jokowi pada Pileg 2019 lalu. Semua partai pendukung 01 itu bertumbangan di semua DPRD di Sumbar, juga di DPR RI. Berkebalikan dengan yang menyatakan dukungan kepada 02, Prabowo-Sandi. Also tak akan mau juga ikut rebah karena terlalu keras membelas Capres yang diusung partainya. Dia pasti sangat hati-hati.
Yang pasti, dengan tak ada lagi nama Also di pencalonan DPD RI, membuat lega 18 orang yang telah dinyatakan lolos oleh KPU Sumbar. Karena, peluang DPD RI ini agak unik. Ada kecenderungan pemilih akan kembali memilih orang yang lima tahun lalu mereka pilih. Belum lagi tiga incumbent lain yang masih akan maju.
Seperti Emma Yohanna yang sudah tiga kali menjadi anggota DPR, 2019 mendapatkan 530.834 suara. Mengalahkan Jokowi-Ma’ruf yang hanya mendapatkan 407.761 suara. Selanjutnya Muslim M Yatim yang mendapatkan dukungan penuh PKS 253.907 suara. Di bawah Also, ada Leonardy Harmainy dengan 199.027 suara. Mantan ketua DPD RI Irman Gusman juga maju kembali setelah absen 2019.
Dengan Also, Dapil 1 Sumbar akan kembali bergairah. Masuk gelanggangnya kembali PPP. Setelah 2019 kurang mengirimkan pemain-pemain kelas atasnya. PPP harus kandas di DPR RI, pascaditinggalkan Epyardi Asda ke PAN di Dapil DKI Jakarta. Sementara di Sumbar, anaknya Athari Gauti Ardi maju dari PAN dan mendapatkan 80 ribuan suara. Athari juga akan menjadi rival Also pada Pileg mendatang untuk menjemput periode keduanya.
Melompat dari DPD RI ke DPR RI adalah sebuah perubahan yang akan diupayakan Also. Mengutip apa yang disampaikan mantan Presiden Indonesia, Abdurrahman ‘Gusdur’ Wahid, “Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan.” Begitulah apa yang mungkin dicita-citakan Also. Hijrah dari lembaga yang kurang kuat menuju lembaga yang bisa over power. (Wartawan Utama)





