POLITIKA

Kuliah Umum Bagi Bacaleg Perempuan, Nesi Harmita: Perempuan Subjek Pembangunan

0
×

Kuliah Umum Bagi Bacaleg Perempuan, Nesi Harmita: Perempuan Subjek Pembangunan

Sebarkan artikel ini
KULIAH UMUM— Anggota DPRD Kabupaten Agam, Nesi Harmita, ST, memberikan kuliah umum terhadap puluhan Bacaleg perempuan yang mengikuti pesta Pemilu 2024 di Kabupaten Agam nanti.

AGAM, METRO–Anggota DPRD Kabupaten Agam, Nesi Harmita, ST, memberikan kuliah umum terhadap puluhan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) perempuan yang mengikuti pesta Pemilu 2024 di Kabupaten Agam nanti.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Dalduk KB PP dan PA Kabupaten Agam itu diselenggarakan sejak 31 Juli sampai 1 Agustus di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung.

Pada kesempatan itu, Ketua KPPI Kabupaten Agam itu mendorong calon legislatif (Caleg) perempuan berjuang untuk memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di DPR, DPD RI, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota pada Pemilu serentak 2024. Karena, kaum perempuan adalah subjek pembangunan menurutnya, memiliki andil yang cukup besar dalam menentukan pembaharuan masa depan bang­sa.

Baca Juga  H.Erwin Yunaz, SE.MM, Dari Kesederhanaan Hingga Maju sebagai Calon Wali Kota Payakumbuh

Menurutnya, kebera­daan bakal calon anggota legislastif perempuan di setiap partai politik seharusnya bukan sekadar pelengkap untuk memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan umum.

Sebagaimana Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu telah mengatur syarat parpol menjadi peserta pemilu salah satunya adalah me­nyer­takan paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan tingkat pusat. Selain itu diatur pula, dalam daf­tar bakal calon anggota legislatif (caleg) juga minimal memuat 30 persen perempuan, baik untuk DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota.

Baca Juga  Suara Pileg 2024 Melejit, Cak Imin Ingatkan Pemimpin PKB Jawab Harapan Rakyat

Wanita dari Partai Gerindra ini menyarankan caleg perempuan harus turun ke tengah masyarakat. Harus ada komunikasi de­ngan masyarakat pemilih untuk mendulang suara. Dengarkan kebutuhan ma­syarakat dan tawarkan solusi untuk ke depannya seperti apa.

“Caleg perempuan ha­rus kerja keras. Tampung semua aspirasi masya­ra­kat di daerah pemilihan masing-masing, khususnya isu tentang kaum perempuan, karena masalah perempuan ya kita yang lebih paham akan itu,­”te­gas­nya. (pry)