PESSEL, METRO–Setelah pencarian hari ketiga, pemancing yang dilaporkan hilang akibat diserang buaya di Sungai Muara Sakai, Nagari Taluk Amplu, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, berhasil ditemukan, Sabtu (29/7) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sayangnya, korban bernama Edi Kardinata (40) ditemukan dengan kondisi tak bernyawa alias meninggal dunia. Bahkan saat ditemukan, organ tubuh korban tidak lagi lengkap, karena kaki kirinya hingga ke pangkal paha hilang. Diduga, kaki korban dimakan oleh buaya yang menyerangnya.
Usai ditemukan sekitar 8 Kilometer dari titik hilangnya korban, Tim SAR Gabungan langsung memasukkan jasad korban ke dalam kantong mayat. Selanjutnya, dievakuasi ke tepi sungai menggunakan perahu karet dan kemudian dibawa ke rumah duka.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Defrisiswardi membenarkan korban yang diduga telah diterkam buaya di Sungai Muara Sakai sudah ditemukan. Korban dipastikan meninggal dunia dan sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
“Lokasi korban ditemukan dengan jarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Korban ditemukan dengan kondisi tubuh yang sudah tidak lengkap. Kaki kiri korban putus dan hilang sampai ke bagian paha,” ujar Defrisiswardi.
Senada dengan pihak BPBD Pessel, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Menurutnya, korban ditemukan setelah pihaknya melakukan pencarian selama tiga hari sejak korban dilaporkan hilang.
“Hari ini, sudah memasuki pencarian hari ke-3. Saat ini, korban sudah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka. Dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR ditutup. Semua unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih banyak,” ungkapnya.
Sementara, Camat Pancung Soal, Aflizen mengatakan, korban ditemukan berdasarkan informasi yang diperolehnya dari masyarakat. Saat ditemukan kaki kiri korban putus. Berkemungkinan karena gigitan dari buaya itu. Korban ini berada pada melawan arus sungai tepatnya di rai 1, Nagari Teluk Ampalu
“Kami tentu sangat prihatin dengan adanya konflik buaya dengan manusia yang menimbulkan korban jiwa. Kita berharap keluarga tabah dan sabar menghadapi musibah ini, selanjutnya akan kami berikan informasi lanjutan,” tutupnya.
Sebelumnya, seorang pemancing hilang diterkam buaya di Sungai Muara Sakai, Nagari Taluk Amplu, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (26/7) sekitar pukul 16.45 WIB. Peristiwa itu sontak membuat geger warga setempat.
Warga pun bermai-ramai datang ke lokasi untuk melakukan pencarian terharap korban yang diketahui bernama Redi Kereinata (38). Bahkan, beberapa warga berusaha mencari dengan mengerahkan perahu menyirisi aliran sungai. Tak lama, Tim SAR gabungan juga datang untuk membantu pencarian.
Kapolsek Pancung Soal, AKP Dedi Antonius mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, kejadian itu berawal korban sedang memancing bersama anaknya di dekat Kantor Wali Nagari Taluk Ampalu tepatnya di pinggir Sungai Batang Inderapura.
“Saat itu korban memancing bersama anaknya Niko Alven Dinata berusia 11 tahun di Sungai Muara Sakai. Usai memancing, korban menyuruh anaknya pulang ke rumah mengambil sabun mandi karena mereka berencana mandi si sungai tersebut,” ujar AKP Dedi.
Ditambahkan AKP Dedi, setelah mengambil perlengkapan mandi ke rumah, Niko kembali ke tempat korban memancing. Namun, ketika itu Niko yang datang bersama adiknya Dea melihat ayahnya diterkam buaya dan diseret buaya ke tengah sungai.
“Kedua anak korban langsung beteriak meminta tolong. Sayangnya korban sudah tidak terlihat dan tidak muncul lagi kepermukaan sungai. Kemudian masyarakat sekitar bersama Personil Polsek Pancung Soal dan Koramil 01 Pancung Soal sudah mencoba mencari dan sampai sekarang masih melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil,” tutupnya. (rio)





