PESSEL, METRO – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengingatkan kembali kepada nelayan di wilayahnya agar tidak menggunakan alat tangkap ikan berjenis “Pukat Harimau“ dan Illegal Fishing.
Hal, ini selain merusak ekosistem ya biar ikan kecil – kecil, juga merusak ekosistem terumbu karang yang ada disara laut. Untuk itu Pemkab Pessel akan menyiapkan lokasi untuk pembangunan Pos AL. Senin (28/1).
Pemkab Pesisir Selatan saat ini berkomitmen penuh dalam pencegahan perusakan ekosistem laut, serta lingkungan di wilayahnya.
”Kita, dukung pendirian Pos Angkatan Laut di Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti,” kata Hendrajoni saat korban gotong royong bersih – bersih pantai dan kelestarian laut di Pantai Pasia Pelangai, Nagari Pasia Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Sabtu (26/1).
Dikatakan Hendajoni, laut Pesisir Selatan yang luas dengan garis pantai mencapai 240 kilometer lebih itu, harus dijaga dari praktek penangkapan ikan secara ilegal.
”Pendirian Pos AL adalah solusi pencegahan praktek illegal fisshing. Kita berharap nantinya TNI AL bisa bekerja sama dengan Pol Air dan instansi terkait lainnya dalam ikut menjaga kelestarian laut Pesisir Selatan,” harap Hendrajoni.
Karena, ujar Hendrajoni , sebagian besar daerah Pesisir Selatan berupa laut, maka dengan adanya Pos Angkatan Laut, aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat harimau dan illegal fishing lainnya bisa ditindak tegas, sesuai Undang – Undang dan peraturan berlaku.
“Kita, akan siapkan lokasi untuk pembangunan Pos AL, “ ujar Hendrajomi.
Kadiskum Lantamal II Padang, Letkol (Laut) Soniady mengatakan, realisasi pendirian Pos AL di Pesisir Selatan akan dipercepat.
“Menjawab harapan masyarakat supaya TNI AL eksis di Pesisir Selatan, kita akan percepat proses pendirian Pos AL ini. “Kita akan mendorong masyarakat dengan kesadaran sendiri menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan,” ujar Hendrajoni.
Sementara, Camat Ranah Pesisir Zul Arzil di sela-sela acara tersebut menyampaikan, betapa terpuruknya ekonomi nelayan di daerah Pessel karena pukat harimau.
”Sejak 10 tahun terakhir, ekonomi nelayan kami terus menurun, dan diharapkan dengan adanya Pos AL bisa mengembalikan kejayaan masa lalu, yaitu nelayan kami kembali sejahtera,” tegas Arzil.
Seperti diketahui, merespon permohonan 3 walinagari dari Ranah Pesisir dan 4 walinagari dari Lengayang yang dimotori Walinagari Pasia Pelangai Alwisman alias Pak Naman, Dansatrol Lantamal II, Kolonel (Laut) Joko Triwanto meninjau 4 lokasi untuk Pos AL, dan diputuskan lokasi di Muara Air Haji paling cocok secara teknis dan sosial kemasyarakatan untuk pendirian Pos AL.
Gotong royong peningkatan kebersihan pantai dan kelestarian laut yang digelar Walinagari Pasia Pelangai, Alwisman itu dihadiri oleh ratusan ASN dan perangkat nagari se kecamatan Ranah Pesisir dan masyarakat setempat.
Juga hadir Bupati Hendrajoni, Ketua TP PKK Lisda Hendrajoni, Kadiskum Lantamal II Letkol (Laut) Soniady, Kadis Potmar Lantamal II Letkol (Laut) Erwin, Pasharmat Satrol Mayor (Laut) Ekaria, Kasi Ops Satrol Mayor (Laut) Sumantri, Kasubdis Daya Guna Mayor (Laut) Amin. (rio)





