METRO SUMBAR

Buka Festival Tepi Ayer, Mahyeldi: Keseimbangan Alam Bisa Dikemas jadi Objek Wisata

0
×

Buka Festival Tepi Ayer, Mahyeldi: Keseimbangan Alam Bisa Dikemas jadi Objek Wisata

Sebarkan artikel ini
FESTIVAL TEPI AYER— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat membuka Festival Tepi Ayer di objek wisata Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (29/7).

TANAHDATAR, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyebut Pem­prov Sumbar sangat mendukung kegiatan bertema lingkungan di Sumbar.  Menurutnya, kegiatan lingkungan sesuai dengan visi kepemimpinannya, yakni terwujudnya Sumbar madani, unggul dan berkelanjutan.

“Kita bertekad menghadirkan keberlanjutan itu, melalui pelestarian alam dan lingkungan. Sangat sesuai dengan konsep acara ini. Itu makanya kami mendukung,” ungkap Mahyeldi saat membuka Festival Tepi Ayer di objek wisata Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Bati­puh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (29/7).

Ia meyakini ketika ling­kungan terpelihara, selain dapat menjaga keseimbangan alam itu juga bisa dikemas menjadi objek wi­sata dan nantinya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar “Segala potensi harus kita sinergikan untuk kesejahteraan masyarakat, sa­lah satunya dengan menjaga lingkungan,” ujar Mah­yeldi.

Melalui Festival Tepi Ayer ini,  Mahyeldi berharap dapat mengedukasi dan membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sikap peduli terhadap lingkungan.

Selanjutnya, Mahyeldi memberikan apresiasi kepada Nuraga Budaya sebagai inisiator penyelenggara kegiatan. Karena dinilainya berhasil mengkombinasikan aspek budaya, lingkungan, wisata, edukasi dan ekonomi dalam satu kegiatan.

Sementara itu, Direktur Festival Tepi Ayer Dedi Novaldi mengatakan ide awal dari penyelenggaraan festival tersebut didasari oleh pentingnya peran manusia dalam merawat bumi dan isinya. “Tepi Ayer adalah festival yang berbasis pada ide-ide pelestarian lingkungan,” ujar Dedi

Ia menjelaskan, festival ini akan diselenggarakan selama dua hari, mulai dari 29 hingga 30 Juli 2023 dan melibatkan 12 komunitas dari berbagai kota dan kabupaten di sumbar serta masyarakat sekitar.

Sementara untuk pembiayaan, ia mengaku men­dapat bantuan langsung dari Kementerian Pendidikan kebudayaan riset dan teknologi (Kemendikbud­ristek) RI. “Untuk pendanaan seluruhnya didukung oleh Kemendikbud RI. Ka­mi sangat senang karena pemerintah mendukung upaya yang telah kami lakukan,” ungkapnya. (fan)