METRO PADANG

Di Padang Timur Ada 244 Anak Stunting, Siska Meilani: Kader Posyandu “Jemput Bola” ke Rumah Warga

0
×

Di Padang Timur Ada 244 Anak Stunting, Siska Meilani: Kader Posyandu “Jemput Bola” ke Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Siska Meilani

SISINGAMANGARAJA, METRO–Stunting adalah kondisi dimana anak yang masih di usia dini mengalami keter­lambatan tumbuh kem­bang dibandingkan dengan anak-anak seusianya, kon­disi ini menjadi momok yang menakutkan bagi se­tiap orang tua.

Kondisi anak yang mengalami stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% produk domestik bruto (PDB) setiap tahunnya.

Di Kecamatan Padang Timur, tercatat sebanyak 244 anak menderita stunting. Data ini berdasarkan laporan dari 85 posyandu yang ada.

Untuk mengatasi lonjakan angka stunting di Kecamatan Padang Timur, pihak Kecamatan telah mengambil langkah pencegahan dengan terus memberdayakan rumah gizi di pus­kesmas-puskesmas. Angka stunting di Padang Timur termasuk yang tertinggi di Kota Padang.

Camat Padang Timur, Siska Meilani mengungkapkan, angka ini di dapat hasil ‘jemput bola’ para kader posyandu yang datang ke rumah-rumah warga untuk mendata balita yang mengalami stunting.

Baca Juga  Fikoh LIDA Luncurkan Single Terbaru ”Akhir Pencarian”

“Di Kecamatan Padang Timur, angka stunting tinggi, karena para kader langsung turun ke rumah-rumah warga yang tidak pernah datang ke Posyandu untuk mengecek balitanya,” ucap Siska, Jumat (28/7).

Di tahun 2021, ada sekitar 35 orang anak yang sudah dientaskan dan di enterpretasi oleh pihak kecamatan dengan mendatangi langsung ke rumah warga. Di tahun 2022 gerakan itu terus dilanjutkan, dengan memonitoring dan setelah di screening kem­bali maka didapati angka sebanyak 199 anak.

Dijelaskan Siska, di ta­hun 2022 juga dilakukan rumah gizi sebanyak 2 kali untuk kapasitas sebanyak 65 anak. “Sebenarnya ge­re­kan untuk mencegah stun­ting se­ku­rang-kurangnya dilakukan selama tiga bulan, oleh karena anggaran kita terbatas, maka kita melaksanakan selama 12 hari,” tambahnya.

Baca Juga  Komisi III DPRD Kota Padang Minta DLH dan Dinas PUPR Jalin Sinergitas dengan DPRD

Lanjutnya, kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu atau puskesmas untuk memeriksa balitanya masih kurang, dengan alasan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Untuk meningkatkan kemauan masyarakatnya untuk datang ke posyandu, dia akan mengadakan serangkaian acara atau perlombaan dengan hadiah-hadiah agar dapat menarik minat masyarakat untuk datang ke posyandu maupun puskesmas.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masya­ra­kat yang memiliki balita serta ibu hamil untuk datang memeriksa kesehatan ke posyandu maupun pus­kesmas yang tersedia. “Ma­ri kita bersama-sama menyadari bahwa kesehatan itu penting, terutama untuk anak-anak sebagai generasi penerus. Bagi ibu yang memiliki balita mari dibawa ke posyandu supaya kesehatan anak kita menjadi terkontrol,” tutupnya. (cr2)