PESSEL METRO–Sektor pertanian dan sektor perikanan menjadi dua sektor penting yang harus di tata dan dikelolah secara profesional, dalam mendukung peningkatan sektor ekonomi masyarakat. Seperti diketahui bersama, hampir separuh dari masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan berprofesi sebagai nelayan dan petani.
Dilangsir dari data BPS Pesisir Selatan dalam angka (2017) menyebutkan, kabupaten seluas 5.749,89 Kilomoter persegi, terdiri 15 Kecamatan dan 182 Nagari. Data pihak terkait (2016) total luas sawa tadah hujan 8.440 Ha, sawah pasang surut 70 Ha, dan sawah labak 308 Ha.
Data Distanak menunjukan dari total 77.938 hektare luas kebun sawit di Pessel (data BPS 2020), lahan Hak Guna Usaha (HGU) dikelola PKS tercatat 36.000 hektare. Sedangkan lahan kebun petani tercatat seluas 41.938 hektare, dan yang bermitra dengan PKS setempat hanya tiga persen atau 1.258 hektare.
Sedangkan, kebun swadaya diluar mitra memiliki luas 40.680 hektare. Sedangkan HGU ditambah mitra hanya 37.258 hektare.
Lahir di Teluk Kasai, Kecamatan Batang Kapas, 10 Juni 1986, Ant 1 tamatan PASIS STIP Jakarta, tamatan SMK Negeri 2 Painan, dan lanjut ke Amss ( Academi Maritime Sapta Samudera Padang). Dan, jabatan terakhir dari tahun 2015 – 2022, di sebuah Perusahaan di Dubai Uni Emirates Arab. Capt.Alex Sander M.Mar angkat bicara melihat dua sektor Pertanian dan Perikanan di kampung halaman Pesisir Selatan saat ini.
Dihubungi Posmetro, Jumat (28/7/2023)
Capt.Alex Sander M.Mar mengatakan, pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat belum lah berjalan optimal. Baik dari segi Perikanan, Pertanian dan Pariwisata.
Pemerintah daerah setempat bisa memperthatikan kepentingan masyarakat umum, pelayanan, dan seorang pemimpin bisa memiliki pola pikir maju. Dan bukan mundur.
” Masyarakat di Pesisir Selatan ikut menentukan maju dan mundurnya pembangunan di daerah, melalui saran, kritikan dan solusi dalam ikut mendukung pembangunan,” tegas Capt.Alex Sander M.Mar.
Lebih lanjut dengan adanya jalan ekonomi masyarakat yang lancar dari dua sektor Pertanian dan Perikanan ( prioritas). Baru sektor Pariwisata 85 %, wisata lokal 15 % baru wisata asing. Sebagai daerah tujuan wisata negeri sejuta pesona, Pesisir Selatan harus mampu bersaing dengan Kabupaten Mentawai dalam pengembangan potensi pariwisata.
Sektor Pertanian, sebagian masih manual hanya berapa daerah yang mengunakan mesin traktor buat pengolahan, irigasi saluran bendungan air yang perlu dipenuhi pasokan air untuk pertanian utama.
Masyarakat umum di Pessel ekonomi nya adalah bercocok tanam padi, namun kenyataan mereka hanya bisa melakukan panen 1 X setahun karena irigasi yang tidak ada, ” katanya.
” Dan ini sudah nyata. Kita berharap Pemda benar – benar mengenjot lagi pembangunan di segala sektor yang ada. kita Pessel bisa menjadi pemasok pangan no satu terutama beras, jangan hanya beras Solok.
Kita belum terlambat…kita harus benar – benar bisa kelolah potensi ada saat ini. Dalam, meningkatkan kualitas dan daya saing sendiri,” ujar putra asli Kecamatan Batang Kapas itu.
Terakhir, dari Sektor Perikanan, Alex Sander M.Mar, melihat masyarakat sekarang ini hanya menjual ikan langsung, .tapi tidak melalui Tempat pelelangan Ikan ( TPI), lalu stock cool storage (ruangan penyimpanan.) Belum ada. ” bgaimana mau mendapatkan ikan segar perjalanan dari Pessel penampungan. Padahal pusat ikan laut di Pessel special. Dan, pemerintah setempat bisa membantu masyarakatnya agar ekonomi masyarakat Pessel






