PAYAKUMBUH, METRO–Wali Kota Payakumbuh, H Rida Ananda melalui Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Elvi Jaya, membuka secara resmi kegiatan Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3M) Provinsi Sumbar, di Aula Gedung BIB Tua Sakato Payakumbuh, Rabu (26/7) siang. Kegiatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayananan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumbar yang berlangsung selama Dua hari Rabu-Kamis (26-27/7) itu menghadirkan kepala DPMPTSP se-Provinsi Sumbar dan Bappeda. Serta diramaikan dengan pameran produk UMKM Kota Payakumbuh.
Dengan narasumber langsung dari Kementerian Investasi (BKPM) Republik Indonesia (RI), Karsiyani, S.Hum, M.IB, Dinas PMPTSP Sumbar, juga turut menyampaikan materi Kepala DPMPTSP Kota Payakumbuh, Meizon Satria, kemudian juga dari Dinas Perkebunan dan Holtikultura Sumbar.
Pada kesempatan itu Elvi Jaya, mengucapkan selamat datang kepada kepala DPMPTSP se-Sumbar dan Bappeda. Selamat datang di kota city of randang kepada ibuk Karsiyani dari kementerian Investasi di Kota Payakumbuh.
Dikatakan Elvi Jaya, betapa pentingnya investasi bagi kemajuan daerah. DPMPTSP telah melahirkan dan menciptakan kemudahan dalam berinvestasi sehingga iklim investasi dapat membawa kemajuan bagi daerah dalam melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat. “Dengan adanya DPMPTSP, maka proses izin lebih mudah dan cepat. Sehingga investor dapat dengan cepat memulai usaha investasi di daerah. Selain itu dengan tidak berbelit-belinya pengurusan izin, maka potensi terjadinya korupsi juga dapat diminimalisir,” ucapnya.
Sebelumnya Panitia kegiatan Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal (KP3M) Provinsi Sumbar, Doktor Egi Juliardi, menyebut masih sangat banyak potensi investasi di Sumatera Barat. Untuk itu perlu investor untuk nenanamkan modal atau berinvestasi dalam mengelola potensi yang ada.
Untuk tahun 2023 ini target investasi Sumatera Barat 5,6 Triliun, sementara berdasarkan data rilis BKPM RI baru 2,7 triliun yang tercapai. Dan saat ini investasi besar itu masih ada di Kota Padang dan Pasaman Barat untuk kabupaten. “Bagaimana pergerakan investasi terjadi diberbagai daerah, maka perlu konsolidasi,” sebutnya.
Dia menyebut, ada beberapa permasalahan investasi di daerah. Dengan adanya konsolidasi ini maka berbagai permasalahan yang ada dapat dicarikan solusi. “Tujuan kita meningkatkan koordinasi pembangunan, maka kita menghadirkan narasumber dari pusat, sehingga terjadi singkonisasi. Kegiatan dua hari, dimana hari pertama fokus dikelas mendengarkan materi, dan hari kedua kita melihat realisasi investasi di Kota Payakumbuh yang berhasil,” sebutnya. (uus)






