POLITIKA

Wujudkan Pemilu Tertib dan Anti Hoaks, Jons Manedi: Pemilu Harus Berjalan Transparan

0
×

Wujudkan Pemilu Tertib dan Anti Hoaks, Jons Manedi: Pemilu Harus Berjalan Transparan

Sebarkan artikel ini
Jons Maned Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Sumbar

PADANG, METRO–Pemilihan Umum (Pe­milu) merupakan pesta rakyat lima tahunan dan bagian momen penting dalam sebuah negara de­mokratis, di mana rakyat me­miliki hak suara untuk memilih pemimpin terbaik. Hal tersebut diampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih,  Hu­bungan Partisipasi Masya­ra­kat,  dan SDM Komisi ­Pe­milihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (sumbar) Jons Manedi.

Namun menurut Jons Manedi, dalam beberapa tahun terakhir, Pemilu se­ring kali disertai dengan mun­culnya berbagai hoaks dan kecurangan yang dapat mengancam integritas dan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan. Begitu juga dengan adanya pemilih yang golput dan politik uang (money politic).

“Tahapan selama pe­nye­­lenggaraan pemilu yang bersih akan melahirkan pemimpin yang bersih. Dan  diharapkan semua pihak demi pembangunan daerah untuk lebih baik lagi. Makanya, kita (ma­syarakat) harus jadi pemilih  cerdas, anti terhadap berita hoaks, anti golput, dan anti politik uang,” ujar Jons Manedi saat menjadi narasumber pada kegiatan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik dengan tema “Menjadi Pemilih Cerdas dalam Pemilu 2024,­” di Gedung Tro Arga, Bukitinggi Senin (24/7) kemarin.

Baca Juga  Batal Mencalonkan Diri pada Pilkada Tangsel, Riza Patria Dikabarkan akan Ditunjuk Jadi Ketua Timses RK-Suswono

Dijelaskan Jons Manedi, untuk mewujudkan pe­milu yang tertib dan anti-hoaks adalah memastikan bahwa proses pemilu berjalan dengan transparan dan terbuka.

Oleh karena itu, katanya, pihak penyelenggara pemilu harus menginformasikan dengan jelas dan terbuka tentang tahapan dan proses pemilu, mulai dari daftar pemilih hingga penghitungan suara. Hal ini dapat membantu mengurangi kesempatan bagi oknum-oknum yang ingin memanipulasi hasil pemilu.

“Pemilih yang cerdas harus anti terhadap berita hoaks yang beredar. Terlebih berita hoaks tentang penyelengaraan pemilu, contohnya ratusan ribu surat suara telah tercoblos yang memenangkan satu pasangan calon,” katanya.

Jons Manedi juga mengatakan, masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan pemilu yang tertib dan anti-hoaks. Ma­sya­rakat harus memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk memeriksa kebenaran informasi yang mereka terima, te­rutama di era digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan cepat dan mudah.

“Mari bersama-sama semua kita untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan memperhatikan sumber informasi yang diterima, serta membantu menyebarluaskan informasi yang benar dan dapat dipercaya untuk me­ngu­rangi penyebaran hoax ini,” ujarnya.

Baca Juga  Bawaslu Sumbar Tangani 2 Dugaan Pidana Pemilu 2024, Karnalis: Sudah Sampai Tahap Penyidikan

Lebih jauh Jons Manedi mengatakan, mewujudkan pemilu yang tertib dan anti-hoaks menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan jujur dan adil.

Untuk itu, masyarakat harus diberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya memilih pe­mimpin yang tepat dan ba­gaimana memilihnya. Ha­l ini dapat dilakukan me­lalui program-program pen­­didikan dan sosialisasi, baik di tingkat sekolah mau­pun masyarakat umum.

“Jadi, mari bersama-sama kita hindari ujaran kebencian, pro aktif dan respek dalam proses taha­pan dan penyelengaraan pemilu. Yang tidak kalah pentingnya, pemilih cerdas itu tidak golput, dan menolak politik uang,” tegasnya.

Jons Manedi menambahkan, mewujudkan pemilu yang tertib dan anti-hoax adalah tanggung jawab bersama dari semua pihak.

Penyelenggara pemilu, masyarakat, media, dan pemerintah harus bekerja sama untuk memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan jujur dan adil, serta menghindari penyebaran hoaks yang dapat me­ngan­cam integritas dan kepercayaan publik terhadap hasil Pemilu

“Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa pemilu berlangsung dengan damai dan masya­rakat dapat memilih pe­mim­pin yang dianggap terbaik untuk mewakili me­reka,”pungkasnya. (cr1)