METRO SUMBAR

Ade Rezki Pratama Ajak Pasangan Muda Matangkan Kesiapan Menikah

0
×

Ade Rezki Pratama Ajak Pasangan Muda Matangkan Kesiapan Menikah

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama memberikan sambutan saat kegiatan sosialisasi dan edukasi bersama BKKBN.

PDG.PARIAMAN, METRO— Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama bersama BKKBN melakukan sosia­lisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi Program Bangga Kencana di Kecamatan Patamuan, Minggu (23/7). Ia mengatakan, pa­sangan usia muda diper­kirakan belum siap untuk mengalami kehamilan, terkait dengan organ rahim, ukuran pinggul yang belum maksimal sebagai jalur persalinan yang belum memenuhi syarat untuk melahirkan.

Karena itu, anggota Komisi IX DPR RI itu me­ngimbau kepada pemerintah nagari, niniak mamak, cadiak pandai agar mendampingi warga, anak kemanakannya yang akan menikah, terkait dengan kesiapan usianya.

 Pendampingan itu, katanya, sangat diperlukan agar pasangan calon pe­ngantin benar-benar memenuhi syarat kedewa­saan. Apalagi salah satu pasangan berasal dari luar daerah, sehingga kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk mengetahui kondisi kesehatan.

Baca Juga  Awasi Penyebar Hoak dan Provokasi di Masa Pilkada

Disebutkan, stunting juga disebabkan kondisi tempat tinggal. Jika rumah yang dihuni tidak memenuhi syarat maka akan mengganggu kesehatan.

Selain itu, juga terkait dengan ketersediaan air bersih, pola asuh. Jika anak dalam usia pertumbuhan tidak mendapatkan pola asuh yang baik, maka pertumbuhan anak akan berpengaruh. Karena itu dibutuhkan waktu untuk memerhatikan anak.

 Camat Patamuan, Wir­man mengungkapkan, di Kecamatan Patamuan ada program keluarga sehat dan tangguh bencana. Awalnya kasus stunting cukup tinggi sekarang su­dah turun drastis dengan adanya program tersebut. “Artinya program untuk menurunkan angka stunting berhasil di Kecamatan Patamuan,” ujar­nya

“Kedepan kasus stunting bisa menjadi nol nan­tinya melalui program oleh BKKBN bersama Ade Rezki Pratama beserta bekerjasama dengan seluruh pihak,” ujarv Wirman.

Baca Juga  Warga Riau Ditinggal di Sijunjung

 Kepala DPPKB Kabupaten Padang Pariaman Elfi Delita menyampaikan, di Padang Pariaman pada tahun 2021 kasus stunting mencapai 28,3 persen. Kemudian pada tahun 2022 menjadi 25 persen. Pasalnya, berdasarkan himbauan Bupati Padang Pariaman dan sudah membagi wila­yah dengan penanggung jawabnya yaitu Puskemas setempat sehingga penurunan stunting berhasil dilakukan.

“Untuk diketahui juga, pemaparan materi juga disampaikan oleh Ketua Tim UPPKS Perwakilan BKKBN Sumbar Yessi Kartalina terkait rumah data kependudukan, Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di kampung keluarga berkualitas, aplikasi elsimil,” jelasnya. (ozi)