METRO PADANG

Pemko Padang Ajak Warga Pasang Biopori di Rumah

0
×

Pemko Padang Ajak Warga Pasang Biopori di Rumah

Sebarkan artikel ini
KURANGI GENANGAN AIR— Wali Kota Padang Hendri Septa beserta Wakil Wali Kota Ekos Albar, memangan biopori di Lapangan Upacara Balaikota Aia Pacah, beberapa waktu lalu. Biopori bisa mengurangi genangan air yang terjadi pada saat hujan lebat.

AIEPACAH, METRO–Sebagai upaya mengurangi genangan air yang terjadi pada saat hujan lebat, Pemerintah Kota Padang melakukan pemasangan biopori. Pemasangan biopori dilakukan di La­pangan Upacara Balaikota Aia Pacah, beberapa waktu lalu.

Terlihat ketika pema­sangan itu, Wali Kota Pa­dang Hendri Septa beserta Wakil Wali Kota Ekos Albar menanam biopori di lapangan tersebut. Begitu juga unsur Forkopimda ikut memasang biopori.

Kasatpol PP Kota Pa­dang, Mursalim saat diwawancarai menyebut bah­wa biopori merupakan lu­bang silindris yang di­buat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang bio­pori berfungsi sebagai lubang resapan dan dibuat dengan tujuan untuk mengatasi genangan air.

 “Selama ini jika terjadi curah hujan yang tinggi dan lama, sebagian besar air masuk ke dalam got dan langsung ke sungai. Tidak banyak air yang me­re­sap ke dalam tanah,” jelasnya, Kamis (20/7).

Dikatakan Mursalim, ketika hujan bersamaan dengan terjadinya air pa­sang, air di sungai justru tidak mengalir ke laut. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya banjir di Kota Padang. Apalagi ada sebagian wilayah Kota Pa­dang yang berada di ba­wah permukaan laut.

Lebih lanjut dijelaskan Mursalim, pemasangan biopori sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota Padang melalui Satpol PP untuk memberikan perlindungan masyarakat agar tidak terjadi banjir ketika hujan dengan curah yang tinggi dan dalam waktu yang lama.

“Salah satu cara mengatasi banjir adalah dengan memperbanyak su­mur resapan terutama di da­erah yang terendam air ketika hujan. Cara membuat sumur resapan tersebut salah satunya dengan membuat biopori,” terangnya.

Mursalim juga menjelaskan cara kerja biopori dengan meningkatkan da­ya resap tanah. Biopori di­buat dengan melubangi tanah dan menimbunnya dengan menggunakan sam­pah organik.

 “Penggunaan sampah organik bertujuan untuk menghasilkan kompos. Selain itu, sampah organik yang digunakan untuk me­nim­bun lubang biopori juga bermanfaat untuk menghidupi fauna tanah,” jelasnya.

Mursalim mengajak seluruh warga kota untuk membuat biopori. Apalagi kini air yang jatuh dari langit tidak semuanya teresap di tanah. “Kami mengajak warga untuk memulai membuat biopori agar air dapat meresap ke ta­nah,” ajaknya. (cr2)