METRO SUMBAR

Pasaman Butuh 100 Tenaga PPL 

0
×

Pasaman Butuh 100 Tenaga PPL 

Sebarkan artikel ini
Heri Prasetyo Wibowo Kepala Dinas Pasaman

PASAMAN, METRO–Pemerintah Daerah Ka­bupaten Pasaman mencatat masih kekurangan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sekitar 100 orang lagi untuk kebutuhan daerah setempat. Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Heri Prasetyo Wibowo me­ngatakan saat ini daerah itu hanya memiliki 89 orang tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). “PPL yang sudah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) seba­nyak 61 orang, dan tenaga kontrak APBD Pasaman 28 orang dengan total 89 o­rang. Jumlah tersebut sa­ngat kurang jika dibandingkan dengan luasnya wila­yah Pasaman cakupan kerja PPL. Paling tidak 100 o­rang lagi ditambah,” ung­kap Prasetyo.

Prasetyo mengatakan kondisi tersebut sudah ber­kali-kali disampaikan kepada pejabat daerah setempat, namun tak kunjung ada penambahan. “Kalau aturannya satu desa satu PPL. Cuma kita lihat di Pasaman daerah cakupannya yang luas membutuhkan banyak tenaga PPL. Kondisi ini kedepan akan kami sampaikan lagi kepada pimpinan agar menjadi evaluasi kedepannya khu­sus sektor Pertanian. Harapannya bisa ditambah baik lewat CPNS, P3K atau te­naga kontrak “ tambahnya.

Baca Juga  Wakapolres Pessel, pada Peserta Pertikara Cabang VI Tahun 2022

Ia menjelaskan betapa pentingnya keberadaan tenaga PLL sejatinya memberikan penyuluhan pertanian kepada pelaku utama (petani) dan pelaku usaha beserta keluarganya da­lam rangka meningkatkan kesejahteraannya. “Dalam melaksanakan tugasnya, PPL mendampingi petani yang tergabung dalam ke­lompok tani. Hal ini berdasarkan aturan yang tertuang dalam Permentan no 35 Tahun 2009 dan Permenpan no 13 Tahun 2019,” jelasnya.

PPL kata dia memberikan pendampingan mulai dari merencanakan budidaya seperti penyusunan RDKK, entri Simluhtan dan menghitung e-alokasi pupuk bersubsidi. “Pelaksa­naan penyuluhan sampai evaluasi kegiatan. Semua itu dilakukan penyuluh de­mi peningkatan kesejahte­raan petani,” tutupnya.

Sebelumnya hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah saat Rapat Koordinasi Penyusunan Program Penyuluhan di Padang, Senin kemarin yang menyebutkan provinsi itu kekurangan 1.000 o­rang tenaga penyuluh pertanian dalam rangka me­ngoptimalkan produksi hasil pertanian di daerah se­tempat.

Baca Juga  SMKN 3 Perikanan Pariaman Lantik Ratusan Taruna Taruni

Saat ini jumlah penyuluh pertanian di Sumbar 1.026 orang dengan dae­rah kerja yang luas dan tentu jumlah ini harus ditambah agar pendampingan petani dapat dilakukan secara maksimal. Jumlah penyuluh pertanian yang terbatas ini membuat mereka harus memegang tiga hingga empat nagari, selain itu jarak antara nagari juga jauh.

Sumatera Barat ini 57 persen ekonomi berasal dari bidang pertanian dan 82 nagari merupakan dae­rah pertanian sehingga dengan 1.026 penyuluh tentu sangat sedikit. Ini menjadi kendala tersendiri yang harus dicarikan solusi. Penyuluh pertanian ini memiliki peran vital dalam mendampingi petani da­lam menjalankan aktifitas. (mir)