METRO PESISIR

Lintas Akademik dan Lintas Kementerian, Desa Wisata Apar menjadi Lokasi Penanaman Mangrove

0
×

Lintas Akademik dan Lintas Kementerian, Desa Wisata Apar menjadi Lokasi Penanaman Mangrove

Sebarkan artikel ini
TANAM MANGROVE— Wali Kota Pariaman H Genius Umar foto bersama usai penanaman mangrove.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan  Desa Wisata Apar, Kota Pariaman, ditunjuk untuk penanaman mangrove lintas akademisi dan lintas Kementerian, dalam rangka keberlanjutan wilayah pesisir, yang merupakan program kolaborasi se­kolah Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang UNP), perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Balai Pe­ngelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Agam Kuantan, Ditjen PDASHL, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Pusat Studi Mangrove UBH (Universitas Bung Hatta), KKMD (Kelompok Kerja Mangrove Daerah) Sumbar serta dengan Pemerintah Kota Pariaman.

“Mangrove merupakan isu global yang mempunyai daya tarik yang luar biasa untuk pelestarian lingkungan, dan Pemerintah Kota Pariaman telah memulai sejak beberapa tahun yang lalu, sehingga dengan keberhasilan kita menjadikan kawasan mang­rove apar menjadi daerah tujuan wisata yang memperhatikan keberlangsu­ngan lingkungan yang berkelanjutan, dampaknya dapat dirasakan oleh ma­syarakat sekitar dan menjadi icon daerah,” ujar Wali Kota Pariaman, Genius Umar.

Genius Umar  juga me­nuturkan bahwa fungsi utama hutan mangrove a­dalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta me­redam gelombang besar termasuk tsunami. Manfaat yang lebih penting dari hutan bakau adalah fungsi ekologisnya sebagai pelindung pantai, habitat ber­bagai jenis satwa, dan tempat pembesaran banyak jenis ikan serta penghasil oksigen. “Ketika mangrove rusak, tidak hanya orang Pariaman yang ribut, pihak pemerhati lingkungan, a­kademisi, Provinsi, Kementerian, sampai Negara lain, mereka akan turut rebut, karena isu lingkungan telah menjadi isu global,” ung­kapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam pengambilan kebijakan, kita perlu memperhatikan aspek eko­logi terlebih dahulu, kemudian tumbuh secara ekonomi dan sosialnya, dan hal ini telah kita terapkan di Desa wisata Apar ini, dengan hutan mangrove dan kawasan konservasi penyunya, saat ini Desa wisata Apar telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata eco­tourism yang diminati oleh pengunjung, bukan hanya orang sumbar saja, bahkan sampai nasional dan internasional. “Dengan me­yakinkan masyarakat bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan yang ada ini, mereka akan mendapatkan dampak eko­nomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan pen­dapatan keluarag mereka,” ujarnya.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menunjuk Kota Pariaman dalam hal kegiatan ini, sehingga dengan dukungan dari pihak akademisi dan instansi vertical ling­kungan yang ada, kita dapat secara bersama memperhatikan aspek eko­logi sebagai bahan pertimba­ngan dalam mengembangkan destinasi wisata di dearah kita, tutupnya. (efa)