SOLOK, METRO–Kebakaran hebat melanda SMA Negeri 2 Kota Solok yang terletak di Jalan Telaga Biruhun, Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Rabu (18/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Beruntung, musibah itu tidak menimbulkan korban jiwa lantaran tidak ada aktivitas di sekolah itu.
Namun, kebakaran itu sempat membuat warga setempat panik karena melihat kobaran api yang membubung tinggi hingga kawasan di sekitar sekolah itu menjadi terang di tengah gelapnya malam. Api pun dengan cepat merambat dari satu ruangan ke ruangan lainnya di sekolah tersebut.
Meski panik, warga cepat melaporkan kejadian kebakaran itu pada Damkar Kota Solok. Beberapa menit kemudian, puluhan personel bersama enam unit mobil Damkar tiba di lokasi. Petugas kebakaran mencoba melokalisasi api agar tidak merambat ke ruangan kelas lainnya.
Kobaran api yang terus membesar juga menyulitkan petugas kebakaran mendekati titik api. Hal itu tidak membuat petugas Damkar mundur. Mereka terus berjibaku melokalisir api agar tidak menyebar ke ruangan lainnya. Lebih tiga jam berjibaku, api berhasil dipadamkan.
Hanya saja, lima ruangan yang terdiri dari dua ruangan belajar, dua ruangan labor komputer dan satu ruangan OSIS tinggal puing. Bahkan, puluhan perangakat komputer yang biasa dipakai para siswa untuk belajar berikut dengan prangkat pendukung lainnya ludes dilahap si jago merah.
Kasi Evakuasi Damkar Kota Solok Baswandi mengatakan, pihaknya mengerahkan 4 unit mobil kebakaran untuk menanggulangi peristiwa kebakaran yang melanda SMAN 2 Kota Solok lalu dibantu dua unit armada dari Damkar Kabupaten Solok.
“Saat pemadaman, kami harus bekerja keras melokalisir api yang sudah terlanjur membesar. Proses pemadaman dari pukul 02.00 Wib, dan proses pendinginan baru selesai sampai pukul 05.30 WIB. Proses pemadaman juga dibantu TNI dan Polri,” terang Baswandi.
Sampai saat ini peristiwa terbakarnya gedung SMAN 2 Kota Solok masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Di sekitar lokasi kebakaran petugas memasang garis polisi untuk kepentinga penyelidikan.
Kepala SMAN 2 Kota Solok Ujang Sayuti mengatakan, selain menghanguskan ruangan, api juga melahap lebih kurang 70 unit komputer serta 4 buah server internet. Ia menaksir, kerugian mencapai ratusan juta, belum termasuk bangunan.
“Yang terbakar ruangan belajar kelas 11. Untuk proses belajar mengajar nanti lanjut karena itu merupakan hak dari para siswa. Untuk sementara, kita alihkan proses belajar mengajar ke labor biologi dan masjid,” kata Sayuti.
Sementara itu penjaga sekolah, Weni menjelaskan, api mulai terlihat sejak pukul 01.30 WIB dari ruangan labor komputer. Tapi, saat itu api segera membesar, sehingga ia bersama warga tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api.
“Kejadian ini merupakan kali pertama yang terjadi sejak sekolah ini berdiri pada 1980 silam. Ada lima ruangan sekolah yang hangus terbakar, dua di antaranya adalah ruang komputer, sedangkan dua lagi adalah ruang kelas. Selain itu ada puluhan komputer dalam dua labor yang terbakar tersebut,” ujar Weni.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Solok Kota, Iptu Nanang Saputra, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Nanang mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
“Kita segera melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran. Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi Nanti hasilnya akan kami kabarkan lagi,” pungkasnya. (vko)






