BERITA UTAMA

Gelar Jambore, Ketua TP PKK Sumbar Apresiasi Kader Berprestasi, Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi Bagi Ibu Hamil dan Anak 

0
×

Gelar Jambore, Ketua TP PKK Sumbar Apresiasi Kader Berprestasi, Cegah Stunting dengan Edukasi Gizi Bagi Ibu Hamil dan Anak 

Sebarkan artikel ini
JAMBORE PKK— Penyerahan trophy bergilir Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar ke-XX kepada Ketua TP PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi disaksikan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi, Selasa (18/7).

BUKITTINGGI, METRO–Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kese­jah­teraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) sebagai mitra pemerintah ikut berperan dan terlibat mengatasi masalah tingginya angka stunting di Provinsi Sumbar.

Seperti diketahui, stunting merupakan kon­disi yang ditandai dengan kurangnya tinggi ba­dan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa per­tumbuhan anak.

Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Harneli Mahyeldi mengungkapkan, untuk me­ngatasi masalah stunting ini, TP PKK mulai dari tingkat Provinsi Sumbar, kabupaten kota, kecama­tan hingga lurah dan naga­ri ikut terlibat mengedukasi ibu-ibu mem­berikan pema­haman pen­tingnya gizi kepada anak, pada seribu hari kehidupan dan masa kehamilan.

“Kita berikan pema­haman gizi itu tidak harus sumbernya dari daging dan ayam. Tetapi bisa dari telur, tahu, tempe dan sayur-mayur di sekitar kita. Jadi kita ingin menim­bul­kan kepedulian kepada ibu-ibu dengan memberikan pema­haman pentingnya gizi un­tuk anak. Asupan gizi untuk otak anak sejak ke­hamilan itu penting,” tegas Harneli, saat kegiatan Jam­bore Ka­der PKK Ber­pres­tasi Ting­kat Provinsi Sum­bar ke-XX di Istana Bung Hatta Kota Bukittinggi, Se­lasa (18/7).

Harneli menambahkan, edukasi lainnya yang pen­ting, ibu hamil tidak boleh makan dengan “perasa­an”, sehingga tidak mau ma­kan saat mengalami muntah-muntah sewaktu masa ke­hamilan. Tetapi makan harus dengan “piki­ran”, harus menyadari bah­wa asupan gizi penting untuk anak di dalam ke­hamilan.

Selain edukasi pen­ting­nya gizi, peran lainnya TP PKK Sumbar dalam me­ngatasi stunting, di mana jika ditemukan ibu hamil di rumah namun dengan  ke­mampuan ekonomi lemah, maka kepedulian TP PKK memberikan bantuan de­ngan melibatkan pihak keti­ga. Baik itu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baz­nas) dan pengusaha untuk memberikan bantuan ke­pada ibu hamil tersebut.

Tidak hanya masalah stunting, TP PKK Sumbar yang dalam melaksanakan programnya bersentuhan langsung dengan masya­rakat, juga terlibat dalam mengatasi berbagai masa­lah sosial.

Termasuk juga masa­lah Tindak Pidana Perda­gangan Orang (TPPO), LG­BT dan narkoba. Harneli mengungkapkan, Kader TP PKK dalam kelompok kerja (Pokja) I memiliki program Paredi (pola asuh anak dan remaja di era digital).

Melalui program ini, Kader TP PKK mensosia­lisasikan pentingnya kaum ibu-ibu melek teknologi, sehingga tahu dan bisa mengawasi apa yang di­ton­ton anak. Termasuk juga mencegah pergaulan bebas dan narkoba ter­hadap anak.

Harneli menambahkan, TP PKK juga menggelar perlombaan Main Peran Paredi pada kegiatan Jam­bore TP PKK Sumbar hari ini. Lomba ini bertujuan mengedukasi Kader PKK dan masyarakat, agar anak-anak dapat perhatian dan kasih sayang. Sehingga mereka jauh dari narkoba pergaulan bebas, LGBT.

“Semuanya kembali kepada peran orang tua dan kepedulian masya­rakat. Semua tidak bisa orang tua saja, anak tidak hidup di rumah saja tapi juga di lingkungan masya­rakat Ada lingku­ngan ru­mah tangga, sekolah, ma­syarakat. Kalau semua pe­duli maka dapat memini­malisir kejadian yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Gubernur Sumbar, Mah­­yeldi Ansharullah ber­harap sinergi dan kolabo­rasi pemerintah dengan seluruh pihak, baik itu TP PKK, agar dapat lebih mak­simal dan lebih baik lagi ke depan. Tidak dipungkiri­nya, saat ini banyak masa­lah yang muncul di tengah masyarakat. Di antaranya yang menjadi perhatian pemerintah secara nasio­nal yakni stunting.

Provinsi Sumbar me­mang saat ini angka stun­tingnya masih tinggi. Selain masalah stunting juga ada masalah lainnya, di mana ratusan orang menjadi kor­ban TPPO. Ini perlu cer­mati. Kata kuncinya me­nurut Mahyeldi, adalah keluarga.

Juga sekaitan dengan prilaku LGBT. Bahkan, saat ini ada anak-anak tingkat SD yang sudah mengakses sumber informasi terkait LGBT. Kondisi ini menurut­nya perlu dicermati. Ma­salah pelik lainnya, marak­nya peredaran narkoba. Bahkan, informasi terakhir peredaran narkoba sampai desa dan nagari. Juga ada masalah moralitas lainnya.

Untuk mengatasinya dibutuhkan peran pengua­tan keluarga dan rumah tangga. Karena itu butuh sinergi seluruh pihak, baik itu Pemprov Sumbar, pe­merintah kabupaten koran, kecamatan, nagari lem­baga kemasyarakatan, lem­­baga sosial, LKAAM, KAN dan MUI. Termasuk juga peran TP PKK.

“Pemerintah dan TP PKK diharapkan dapat ber­si­nergi lebih baik maksimal dalam upaya menekan ma­salah serius ini. Ini bisa mengancam generasi mu­da di masa akan datang. Akan mengancam keberha­silan dan kehidupan ber­bangsa dan bernegara. Melalui Jambore TP PP hari ini bisa menjadi upaya untuk nenekan semuanya itu. Semua harus sinergi kerjasama dan kola­bo­rasi,” ajaknya.

Jambore Hadirkan Perlombaan

 Selain acara Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar ke-XX pada kesempatan yang sama juga digelar Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-51 PKK Sumbar. Peringatan ditan­dai dengan pemotongan tumpeng.

Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Pro­vinsi Sumbar ke-XX di Ista­na Bung Hatta Kota Bukit­tinggi berlangsung sejak Senin hingga Rabu (17-19/7) diikuti TP PKK dari Pro­vinsi Sumbar, kabupaten kota, kecamatan, nagari, lurah hingga dasawisma menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan.

Harneli mengung­kap­kan, jambore ini sebagai bentuk reward  atau peng­hargaan terhadap kader PKK di seluruh kabupaten kota se-Sumbar. “Melalui acara Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Pro­vinsi Sumbar ke-XX ini, kita bergembira sekaligus me­lakukan evaluasi dengan adanya kegiatan lomba. Kita melihat Kader PKK selama ini telah bekerja luar biasa,” terangnya.

Dengan menghadirkan berbagai lomba pada aca­ra Jambore Kader PKK Ber­prestasi Tingkat Provinsi Sumbar ke-XX ini, TP PKK berupaya meningkatkan semangat Kader PKK mem­perbaiki daerah ma­sing-masing. “Kalau seka­rang belum juara, tahun depan meningkatkan bisa berprestasi,” ucapnya.

Jambore ini, tidak ha­nya sekedar pertemuan biasa tapi bertukar infor­masi dan pengalaman un­tuk kebaikan masyarakat. Kader PKK orang pertama yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kare­na itu Harneli berharap pemerintah dapat mem­berikan perhatian sarana dan prasarana untuk Ka­der PKK yang bertugas di lapangan. Selain itu juga berikan pengetahuan dan keterampilan. Termasuk juga motivasi Kader PKK dengan menambah ang­garan untuk mereka.

Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Pro­vinsi Sumbar ke-XX diikuti 350 peserta. Jambore diisi dengan sejumlah kegiatan. Yakni, penyuluhan kese­hatan, lomba Pokja 1 Ber­main Peran Paredi, lomba eskpos Ketua TP PKK na­gari/desa/kelurahan, lom­ba cerdas cermat.

Juga ada lomba defile yel-yel kontingan TP PKK kabupaten kota se-Sum­bar, lomba Pokja III yakni lomba memasak dessert, lomba Pokja IV berupa lomba video pendek atau vlog. Juga ada Khatam Al Quran, tausiah, senam pagi, out bond berupa ba­lon dangdut, melodi dan translet lagu.

Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan kepada 100 kader PKK yang tidak mampu dengan nilai Rp500 ribu per masing-masing kader dari Badan Amil Zakat Nasional (Baz­nas) Provinsi Sumbar.

Mahyeldi menyambut dengan suka cita terlak­sananya kegiatan jambore sekaligus Peringatan HKG ke-51 PKK Sumbar.  ”De­ngan dilaksanakan Jam­bore TP PKK Sumbar dan peri­ngatan Hari Kesatuan Ge­rak PKK dapat mem­bangun silatura­him, saling berbagi informasi satu sa­ma lain, adanya pe­nga­yaan dan peningkatan pe­ngetahuan. Dengan ada­nya kegiatan ini adanya pemerataan pe­ngetahuan, informasi dan segera me­nyikapi kondisi di lapa­ngan,” harapnya. (AD.ADPSB)