METRO SUMBAR

Kelola Dana Amanat, BPJS Kesehatan Gelontorkan Klaim 113,47 Triliun

0
×

Kelola Dana Amanat, BPJS Kesehatan Gelontorkan Klaim 113,47 Triliun

Sebarkan artikel ini
PUBLIC EXPOSE— BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, mengikuti kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Program - Laporan Keuangan (LPP-LK) BPJS Kesehatan tahun 2022, Selasa (18/7).

BUKITTINGGI, METRO–BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, mengikuti kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Program – Laporan Keuangan (LPP-LK) BPJS Kesehatan tahun 2022, Selasa (18/7) secara zoom.  Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti, dalam exposenya menyebutkan keberhasilan BPJS Kesehatan mempertahankan predikat Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) selama 9 kali berturut-turut atau 31 kali berturut-turut sejak PT Askes (Persero) berdasarkan stan­dar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Dia juga menyebut, capaian itu juga yang mendasari keberhasilan BPJS Kesehatan dalam pembayaran terhadap klaim sebesar 113,47 triliun untuk pelayanan kesehatan seluruh peserta JKN. Dan pembayaran klaim dilakukan secara tepat waktu kepada fasilitas kesehatan. Pada FKTP rata-rata ketepatan pembayaran adalah 12,3 hari kerja, sedangkan pada FKRTL selama 14,07 hari kalender. Hingga tanggal 31 Desember 2022, terda­pat 502,9 juta kunjungan pelayanan kesehatan, termasuk kunjungan sakit dan kunjungan sehat, atau se­tara dengan 1,4 juta kunju­ngan per hari. Selain itu, pemanfaatan skrining kesehatan selama tahun 2022 mencapai 15,5 juta.

”Keberhasilan ini a­dalah buah dari kerja keras kami dalam memenuhi kebutuhan peserta dalam mengakses layanan kesehatan yang berkualitas. Tentu hal ini juga didukung dari komitmen yang diberikan oleh mitra kerja BPJS Kesehatan dalam peme­nuhan akses pelayanan kesehatan yang optimal,” |ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam kegiatan Public Expose Laporan Pengelolaan Program – Laporan Keuangan (LPP-LK) BPJS Kesehatan tahun 2022,Selasa, (18/7).

Ghufron menyebut, ta­hun 2022 menjadi tahun yang mengesankan bagi BPJS Kesehatan dengan meningkatnya jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi 248.771.083 jiwa. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang pesat dibandingkan dengan tahun 2021 yang mencapai 235.719.262 jiwa. Dan diiringi dengan pertumbuhan fasilitas ke­se­hatan.  Dimana FKTP sebanyak 23.730 dan 2.963 FKRTL.

”Capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi BPJS Kesehatan, karena jumlah cakupan kepesertaan ini berhasil dicapai dalam kurun waktu sekitar 10 tahun. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai capaian Universal Health Coverage (UHC). Apalagi dengan jumlah pegawai sekitar 9 ribuan, BPJS Kesehaan mampu melayani ratusan juta peserta JKN,” tambah Ghufron.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah menghadirkan inovasi Uang Muka Pelayanan Kesehatan untuk menjaga keberlangsungan cashflow keuangan rumah sakit. Selama tahun 2022, BPJS Kesehatan telah memberikan dukungan kepada 333 fasilitas kesehatan dengan total biaya yang dikeluarkan mencapai 5,4 triliun rupiah. Hal ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang prima bagi peserta JKN.

”Komitmen kami da­lam memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan juga tercermin dalam peningkatan pene­rimaan iuran. Hingga 31 Desember 2022, BPJS Kesehatan mencatat total pe­nerimaan iuran sebesar Rp144,04 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan total penerimaan iuran tahun 2021 yang mencapai Rp143,32 triliun. Peningkatan penerimaan iuran ini juga didukung oleh pe­ningkatan jumlah kanal pem­bayaran yang telah mencapai 955.429 titik, yang terdiri dari kanal perbankan, non perbankan, hingga Kader JKN,” ungkap Ghufron.

Dia juga menyebutkan, berbagai inovasi dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan yang prima kepada peserta BPJS Kesehatan. Termasuk inovasi berbasis digital telah memu­dahkan peserta mengakses informasi dan layanan kesehatan, dimulai dari Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interractive JKN (VIKA), Aplikasi Mobile JKN hingga BPJS Kesehatan Care Center 175.

Atas komitmen yang ditunjukkan, tak heran jika BPJS Kesehatan terus mendulang penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, diantaranya ISSA Good Practice A­wards, PR Indonesia, hingga MarkPlus Wow Brand. “Kami berharap capaian yang telah diraih dalam pengelolaan Program JKN ini dapat terus memberikan manfaat yang nyata bagi peserta. BPJS Kesehatan akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan dan be­rinovasi demi kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Ghufron. (uus)