SITINJAU, METRO–Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) milik PO Mutiara Putri Mulia (MPM) terjun ke jurang di jalan lintas Padang-Solok Panorama II, kawasan Sitinjau Lauik, kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Minggu (16/7) sekitar pukul 21.00 WIB.
Beruntung, dalam insiden yang diduga disebabkan rem blong itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, 13 orang penumpang, satu orang sopir serta satu orang lagi crew, hanya mengalami luka ringan. Beberapa penumpang yang sempat dibawa ke rumah sakit, juga sudah diperbolehkan pulang.
Pantauan POSMETRO di lokasi kejadian, terlihat posisi Bus MPM tersebut kondisinya terbalik dengan roda menghadap ke atas di dalam jurang sedalam sekitar 10 meter. Selain itu juga terlihat beberapa anggota Polisi yang sedang melakukan olah TKP.
Kecelakaan itu pun menjadi tontonan masyarakat setempat maupun pengendara yang melintas. Selain itu, terlihat berapa orang yang sedang mengevakuasi barang-barang bawaan milik korban penumpang bus MPM tersebut dari dalam bus.
Menurut pengakuan saksi mata yang juga merupakan kernet bus MPM itu, dia mengatakan bahwa bus tersebut diduga mengalami rem blong sehingga saat di penurunan Panorama II Sitinjau Lauik, sopir tidak kuasa mengendalikan laju bus.
“Awalnya dari atas masih ada remnya, namun setelah 30 meter selanjutnya tidak ada lagi rem. Akibatnya sopir tidak sempat lagi melakukan manuver, jika di larikan ke kiri takut lebih banyak korban lagi, karena mobil lain saat itu banyak menuju ke atas,” ucap Syahril kepada POSMETRO di lokasi kejadian.
Sementara, Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Lija Nesmon mengatakan, seluruh penumpang Bus MPM yang mengalami kecelakaan tunggal telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang untuk mendapatkan perawatan. Beruntung, mereka hanya mengalami luka ringan.
“Bersyukur para penumpang bus tidak ada yang mengalami luka serius. Cuma mereka sedikit shyok saja. Pascakecelakaan, para penumpang langsung dievakuasi keluar dari bus lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah mendapatkan penanganan, para penumpang diperbolehkan pulang,” jelas Kompol Lija Nesmon, Senin (17/7).
Dijelaskan Kompol Lija, berdasarkan keterangan saksi-saksi, kejadian itu berawal ketika bus MPM membawa 13 orang penumpang melaju dari arah Solok menuju Kota Padang. Setiba di lokasi, dengan medan jalan yang menurun, bus tersebut melaju dengan kecepatan yang tidak terkendali.
“Sopir bus berusaha mengendalikan laju bus, namun rem tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, sopir memutuskan untuk membanting stir bus ke arah kanan, yang menyebabkan bus menabrak besi pembatas jalan dan terjun ke dalam jurang dengan sedalam 10 meter,” ujar Kompol Lija Nesmon.
Mendapatkan laporan tersebut, dikatakan Kompol Lija Nesmon, pihaknya langsung mendatangi TKP untuk memberikan pertolongan kepada para penumpang bus dan mengevakuasinya, Untuk yang mengalami luka, kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Semen Padang Hospital.
“Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan, dan barang-barang milik penumpang masih dalam proses penanganan. Pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian juga dilakukan untuk menjaga keamanan,” tutupnya. (cr2)





