METRO SUMBAR

Gubernur Bersama Plt Sestama BNPB Tinjau Lokasi Bencana, Di Agam, Longsor Terjadi di 37 Titik

0
×

Gubernur Bersama Plt Sestama BNPB Tinjau Lokasi Bencana, Di Agam, Longsor Terjadi di 37 Titik

Sebarkan artikel ini
LOKASI BANJIR BANDANG— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Plt Sestama BNPB meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Agam, Minggu (16/7).

AGAM, METRO–Gubernur Sumbar Mah­yeldi Ansharullah bersama Plt Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Agam, Minggu (16/7). Kali ini daerah yang menjadi objek kunjungannya itu Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjuang Raya, Kabupaten Agam. Sebelumnya daerah ini, mengalami bencana alam banjir dan tanah lonsor akibat tingginya curah hujan yang turun sejak Kamis malam (13/7) hingga Jumat siang lalu.

“Khusus di daerah Tanjuang Raya ini, akibat hujan deras kemaren telah menyebabkan terjadinya 37 titik longsoran dengan skala besar dan kecil. Bahkan, tinggi timbunan material lonsoran mencapai 4 meter,” ungkap Mahyeldi saat melakukan peninjauan lokasi banjir dan longsor.

Sedangkan untuk dampak yang ditimbulkan, berdasarkan laporan petugas lapangan, selain menghantam lahan pertanian masyarakat material, longsoran juga menimbun beberapa bangunan rumah warga dan gedung se­ko­lah, akibatnya dua warga meninggal dunia. “Selain berdampak fisik, tanah longsor juga menyebabkan dua warga meninggal,” kata Mahyeldi.

Kedua korban meninggal itu bernama Radi Sutan Mudo (54) dan Rina (50). Keduanya Pasangan Suami Istri (Pasutri) dan meninggal akibat rumah huniannya tertimbun material longsor. Di lokasi tanah longsor tersebut, Mahyeldi menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada pihak keluarga dan masyarakat.    “Saya atas nama pribadi dan Peme­rintah Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan du­ka mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Termasuk kepada seluruh warga terdampak,” ucap Mahyeldi.

Untuk percepatan pe­nanganan, Mahyeldi juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar dan kabupaten/kota segera menurunkan alat berat guna membantu pembersihan material long­sor.  Untuk distribusi bantuan logistik, Mahyeldi juga minta dipercepat dan merata. “Pembersihan ma­terial longsor dan distribusi bantuan itu harus segera, masyarakat jangan sampai terlantar. Itu tugasnya BPBD dan Dinas So­sial,” tegas Mahyeldi.

Mahyeldi juga meminta Pemkab Agam agar melakukan pemetaan da­erah yang termasuk kategori daerah rawan bencana (zona merah). “Jika memang diperlukan relokasi segera lakukan relokasi. Itu penting untuk meminima­lisir risiko,” tegasnya.

Sebelum mengunjungi lokasi longsor, Mahyeldi berkesempatan menyerahkan bantuan di Pos Komando Bencana Alam di Taman Muko-muko Kecamatan Tanjung Raya kepada warga terdampak. Bantuan yang diserahkan berupa logistik tanggap darurat. Yakni, mie instan cup sebanyak 30 dus, air mineral gelas (30 dus), kopi (10 kg), teh (10 box) dan gula (20 kg).

Sestama BNPB, Rustian pada kesempatan itu me­nyerahkan beberapa bantuan untuk korban terdampak longsor di Agam kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam. Bantuan yang disalurkannya itu berupa, perahu karet sebanyak 2 unit, genset (10 unit), selimut (500 lembar), matras (500 lembar) dan sembako (200 paket). Juga ada bantuan uang tunai sebesar Rp250 juta untuk dukungan operasional pe­nanganan tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Agam. “Semoga batuan ini dapat membantu meringankan beban saudara kita yang tertimpa mu­sibah,” harap Rustian.

Rustian juga meminta kepada masyarakat tetap waspada saat musim hujan. Karena musibah atau bencana tidak bisa di­prediksi kapan terjadinya. “Harus tetap waspada, hati-hati saat musim hujan seperti saat ini,” tuturnya.

Sekda Kabupaten A­gam, Edi Busti menuturkan akibat bencana ini banyak pemukiman dan akses ja­lan terdampak. Mulai dari rusak ringan hingga berat. Saat ini pihaknya fokus membuka kembali akses jalan yang tertimbun material longsor, agar di­stribusi logistik dapat dimaksimalkan. “Kami sedang melakukan pembersihan material di beberapa titik, untuk membuka kem­bali akses jalan yang tertimbun. Diperkirakan ini memakan waktu satu sampai dua hari ke depan,” ung­kapnya.

Saat ini ada sebanyak 68 rumah itu dalam kondisi rusak ringan, sedang dan berat. Rumah tersebut tersebar di Jorong Alai dan Jorong Muko-muko Nagari Koto Malintang, kemudian di Jorong Sigiran, Jorong Pantas dan Jorong Sungai Tampang Nagari Tanjung Sani. Sebahagian besar dari korban tersebut, saat ini telah mengungsi ke rumah-rumah sekitar yang kondisinya masih layak huni.   Edi Busti menyebut, jelang pembukaan akses jalan tuntas, pihaknya me­ngandalkan dua unit perahu karet untuk pendistribusian logistik bantuan kepada masyarakat. Hadir juga dalam peninjauan lokasi bencana lonsor itu, Kalaksa BPBD Sumbar Rudy Rinaldy, dan beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar lainnya, serta Kapolres Agam AKBP. M. Agus Hidayat, SH, SIK. (fan)