LIMAPULUH KOTA, METRO–Kepala BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, memetakan sejumlah daerah rawa bencana. Mengingat, kondisi cuaca yang sedikit ektrim ditandai dengan tingginya surah hujan sejak sepekan terakhir di Lima Puluh Kota. Dia juga menghimbau kepada masyarakat Lima Puluh Kota dan pengguna jalan Lintas Sumbar-Riau mulai dari Lubuak Bangku-Perbatasan Riau untuk tetap hati-hati dengan tanah longsor, banjir dan kayu tumbang.
“Inten sitas curah hujan saat ini sangat tinggi, dan rawan terjadi bencana baik banjor, longsor maupun kayu tumbang. Untuk itu masyarakat kita minta tetap waspada dan hati-hati,” sebut Kalaksa BPBD Lima Puluh Kota baru-baru ini kepada wartawan.
Daerah rawan bencana itu, kata Ramadhinol, daerah Kapur IX yaitu Nagari Kotolamo. Saat ini akses jalan penghubung Lubukalai-Nagari Kotolamo terancam putus. “Kemudian Nagari Lareh Sago Halaban berpotensi banjir bandang,” ungkapnya.
Dan juga di Nagari Situjuah terjadi rawan longsor badan jalan. Untuk Kecamatan Akabiluru saat ini berpotensi akses jalan ke kabupaten terputus. “Termasuk potensi longsor di Kecamatan Gunungomeh dan Kecamatan Suliki,” ucapnya.
Ia mengatakan BPBD Limapuluh Kota selalu siaga dan aktif menghubungi masyarakat. Termasuk pemerintahan nagari untuk selalu berkoordinasi dan menghubungi BPBD Limapuluh Kota jika terjadi bencana dengan intensitas curah hujan tinggi. “Ini berguna untuk mengantisipasi korban jiwa masyarakat,” tuturnya.
Untuk jalan nasional Sumbar-Riau, kata Ramadhinol, pihaknya selalu mewaspadai di Kecamatan Harau dan Pangkalan. “Kami juga selalu berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional. Saat ini pun standby alat berat di ruas jalan mulai dari Baso hingga batas Sumbar-Riau,” jelas Rahmadinol. (uus)





