AGAM/BUKITTINGGI

Program Bedah Rumah 2023, Pemko Bukittinggi Anggarkan Rp3,6 Miliar untuk RTLH

0
×

Program Bedah Rumah 2023, Pemko Bukittinggi Anggarkan Rp3,6 Miliar untuk RTLH

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi,  menggelar program bedah rumah untuk 2023 ini, sebanyak 117 tempat tinggal tidak layak huni men­da­patkan bantuan ini. “Di 2023 ini, kami anggarkan Rp3,6 Miliar untuk perbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bukitting­gi,”kata Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, Senin (17/7).

Ia mengungkap berusaha membuktikan janjinya untuk berfokus dalam membangun ekonomi kerakyatan di daerah setempat. “Sebanyak 117 unit rumah tidak layak huni itu diperbaiki dengan anggaran dari APBD Kota Bukittinggi senilai tepatnya Rp3,667 Miliar,” katanya menyebutkan.

Baca Juga  Libur Lebaran Usai, Pegawai Dianjurkan Donor Darah

Erman menegaskan pe­merintah daerah di Kota Bukittinggi terus berupaya meningkatkan ekonomi warga melalui berbagai sektor. “Rakyat harus kami tolong dari seluruh sektor, kami perbaiki tempat tinggalnya, tingkatkan ekonominya, bantu permo­dalannya, selamatkan pen­didikan anak-anaknya, perbaiki akhlak generasi penerusnya,” kata Erman.

Wako sebelumnya juga menyebut Rancangan APBD Tahun 2023 senilai Rp 750,7 miliar disusun secara sistematis dalam pencapaian target sebagaimana dituangkan dalam RPJMD Kota Bukittinggi Tahun 2021 sampai 2026.

“Untuk Tahun 2023 te­ma pembangunan daerah adalah “Keberlanjutan Pemenuhan Kebutuhan Da­sar dan Penguatan Eko­nomi Kerakyatan Dalam Rangka Pemulihan Pasca Pandemi”, tema ini diselaraskan dengan Pembangunan Nasional dan Pro­vinsi,” katanya.

Baca Juga  Target Peraih APE, Pemko Dinilai Pusat

Ia menegaskan pembangunan daerah Tahun 2023 diarahkan untuk peningkatan ekonomi kerakyatan, pengembangan sektor pendidikan, pengembangan sektor kesehatan dan lingkungan.

Wako mengatakan hasil dari bergerak dan berjalannya pemerintah Kota Bukittinggi di jalur yang tepat mulai dipanen, selama tahun 2022, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp127 miliar, angka PAD itu tertinggi dalam 10 tahun terakhir. (pry)