PADANG, METRO–Warga Kampung Tarandam, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang digegerkan dengan penemuan granat nanas yang diduga peninggalan zaman perang sebelum kemerdekaan di ladang yang dekat area permukiman, Minggu (16/7).
Benda sangat berbahaya itu ditemukan pertama kali oleh Bakri (55). Saat itu, ia menggali akar pohon pisang yang ada di ladangnya setelah berniat untuk menanam sayur-sayuran jenis mentimun.
“Ketika saya membongkar rumpun pohon pisang, saya melihat ada sesuatu benda yang muncul dari tanah galian saya sedalam 40 Cm. Setelah saya ambil ternyata bobotnya berat, mungkin ada sekitar 1 Kg, selanjutnya saya bersihkan dan terlihat gerigi seperti geranat nanas yang mirip di dalam film-film,” ungkap Bakri ketika diwawancarai wartawan.
Meski yang ditemukannya itu merupakan benda berbahaya yang dapat meledak kapan saja, Bakri mengaku tidak memiliki rasa cemas sedikitpun saat dia memegang dan membersihkan granat tersebut.
“Bahkan granat itu saya bawa pulang ke rumah. Saya memperlihatkan dan memberikannya kepada anak, menantu, serta istri saya untuk memegangnya,” katanya.
Sadar benda itu bisa meledak, dikatakan Bakri, dirinya melaporkan penemuannya itu kepada Babinkamtibmas Kelurahan Andalas, Polsek Padang Timur. Mendengar laporan dari Bakri, Kapolsek Padang Timur menerjunkan satu tim dan mengamankan benda diduga granat aktif tersebut dengan memasangkan garis polisi.
“Sebelumnya saya tidak tau itu bom, dan setelah saya bersihkan terlihat berbentuk menyerupai nanas dan kata anak saya itu bom yang selanjutnya saya melapor ke Bhabinkamtibmas Polsek Padang Timur,” ujar Bakri.
Sementara, Panit Opsnal Intel Polsek Padang Timur, Ipda Syahrial yang berada di lokasi, membenarkan jika yang ditemukan warga merupakan granat yang diduga kondisinya masih aktif.
“Kita mendapat telepon dari warga bahwasanya salah satu warga bernama Bakri telah menemukan sebuah benda yang diduga adalah granat yang diduga masih aktif saat dia menggarap ladangnya,” kata dia
Ipda Syahrial menuturkan, kondisi granat itu saat ditemukan dalam keadaan sudah berkarat dan ditutupi dengan tanah, kemudian setelah dibersihkan barulah terlihat jelas benda itu merupakan geranat.
“Untuk mengevakuasi temuan yang diduga granat itu, kami berkoordinasi dengan Satbrimob Polda Sumbar. Tak lama berselang, Tim Penjinak Bom (Jibob) Brimob Polda Sumbar datang untuk mengevakuasi granat,” ujarnya.
Menurut Ipda Syahrial, granat itu selanjutnya dibawa oleh Tim Jibom ke areal sawah yang lokasinya jauh dari permukiman warga. Di sana, granat itu diledakkan.
“Kami berusaha menghalau warga agar tidak mendekat karena benda itu sangat berbahaya. Kami bersyukur granat itu sudah dimusnahkan,” tuturnya.
Dalam proses peledakan granat tersebut, pantauan POSMETRO, masyarakat sekitar ramai menyaksikan pemusnahan granat nanas itu. Terkait banyaknya masyarakat yang mendekati zona pemusnahan granat ini, tampak Polsek Padang Timur mengatur masyarakat.
Saat proses peledakan, terdengar suara yang cukup keras hingga terdengar ke beberapa rumah masyarakat yang berada agak jauh dari lokasi, dan terlihat juga serpihan yang berterbangan dari geranat yang ternyata masih aktif tersebut. (cr2)






