SOLOK/SOLSEL

39 Peserta Calon Enumerator Jalani Seleksi Wawancara di Dinas Kesehatan Kota Solok

0
×

39 Peserta Calon Enumerator Jalani Seleksi Wawancara di Dinas Kesehatan Kota Solok

Sebarkan artikel ini
SELEKSI—Kegiatan seleksi wawancara peserta calon enumerator di Dinas Kesehatan Kota Solok

SOLOK, METRO–Sebanyak 39 peserta calon enumerator menjalani seleksi wawancara di Dinas Kesehatan Kota Solok. Seleksi wawancara ini dan telah dipilih melalui seleksi administrasi sebanyak 39 peserta calon enumerator untuk seleksi wa­wancara dilakukan dua tahap yakni pada tanggal 14 Juli dan tanggal 17 Juli 2023.

Dessy Syafril, selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Solok mengatakan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan pembukaan rekrutmen enumerator untuk melaksanakan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Survei ini merupakan langkah penting dalam memperoleh data yang akurat dan komprehensif mengenai kondisi kesehatan masyarakat di seluruh negeri.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Kementerian Kesehatan membutuhkan tenaga ke­se­hatan non-ASN yang memiliki kualifikasi dan persyaratan tertentu. Enumerators merupakan para profesional yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan data kesehatan secara langsung di lapangan.

“Mereka harus meme­nuhi kualifikasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Persyaratan ini meliputi pendidikan dan keahlian kesehatan yang relevan, seperti lulusan program pendidikan kesehatan atau memiliki pengalaman kerja di bidang kesehatan,” tutur Dessy.

Selain itu, para enumerators juga diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan dapat berinteraksi dengan berbagai kelompok masya­rakat. Kemampuan untuk bekerja dengan cermat, teliti, dan terorganisir sangat penting dalam menjalankan tugas mereka.

Untuk wawancara tahap I sebanyak 18 orang yang telah diwawancara pada hari Jumat kemarin dan masih ada sisa 21 calon enumerator lagi yang belum diwawancara. Rekrutmen Enumerator SKI 2023 bertujuan untuk membantu Kementerian Kesehatan melakukan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menilai perkembangan status kesehatan ma­sya­­rakat, faktor risiko, dan per­kembangan. Upaya pem­­bangunan kesehatan termasuk status gizi di tingkat kabupaten/kota yang hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun kebijakan dan rencana pembangunan kesehatan terarah dan tepat sasaran,” katanya. (mgi/vko)