METRO PADANG

Banjir Mereda, Sampah Menumpuk di Pantai Muaro Lasak, Didominasi Sampah Rumah Tangga dan Plastik, Warga masih Suka Buang Sampah ke Sungai, Banda Bakali

0
×

Banjir Mereda, Sampah Menumpuk di Pantai Muaro Lasak, Didominasi Sampah Rumah Tangga dan Plastik, Warga masih Suka Buang Sampah ke Sungai, Banda Bakali

Sebarkan artikel ini
TUMPUKAN SAMPAH— Setelah banjir mereda, tumpukan sampah terlihat di kawasan Pantai Muaro Lasak, Sabtu (15/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Sampah didominasi plastik dan sampah rumah tangga. Pemandangan gunungan sampah ini selalu terjadi ketika banjir sudah melanda Kota Padang.

MUARO LASAK, METRO–Akibat musibah banjir yang merendam banyak daerah di kota Padang pada Kamis (13/7) malam dan Jumat (14/7) pagi, menyisakan tumpukan sampah di kawasan Pantai Padang, Muaro Lasak, Kecamatan Padang Barat. Kondisi ini selalu terjadi setiap wila­yah Kota Padang teren­dam banjir.

Pantauan POSMETRO Sabtu (15/7) sekira pukul 11.00 wib, terlihat tumpukan sampah memenuhi di pinggir pantai. Sebagian besar terdiri dari sampah plastik maupun sampah-sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

“Sampah ini diperkirakan akibat dari banjir yang melanda Kota Padang Jumat pagi, ini adalah sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai oleh masyarakat kota Padang yang dekat dengan sungai. Pemandangan tumpukan sampah seperti ini selalu terjadi ketika hujan lebat dan bajir,” ucap Milka Nduru (37), yang sedang mengutip sampah-sampah plas­tik.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk mem­buang sampah pada tempatnya masih minim. Masih banyak terdapat sampah yang dibuang warga ke sungai langsung, ketika banjir datang, menjadi menumpuk di kawasan Mua­­ro Lasak Padang.

Dia berharap kepada Pemerintah Kota Padang, untuk menekankan kepada jajaran kecamatan, lurah hingga RT, RW kepada masyarakat untuk membuang sampah rumah tang­ga ke tempat yang sudah disediakan, jika ke­da­patan membuang sampah ke sungai, tindak tegas ber­dasarkan perda berlaku.

Baca Juga  Kemenkumham: Pencegahan TKI Ilegal Diperketat

Melihat dominasi sampah yang menumpuk adalah sampah plastik dan rumah tangga, sebaiknya ma­syarakat mengurus atau memilah sampah-sampah pribadinya untuk tidak dibuang ke sungai, yang akhirnya sampai ke laut.

“Kalau dibersihkan, kan pantai kita menjadi indah, sehingga wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung merasa nyaman dan menarik wisa­ta­wan lain yang belum pernah berkunjung,” lanjutnya.

Menurutnya, kunci agar Kota Padang menjadi bersih dan indah terbebas dari sampah dimulai dari diri sendiri, terutama masya­ra­kat yang berada dekat de­ngan sungai itu sendiri untuk membuang sampah hasil rumah tangga ke tempat yang telah disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.

Warga Diminta Jangan Buang Sampah ke Sungai

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pa­dang Mairzon, mengimbau masyarakat untuk membuang sampah di sekitar bantaran sungai guna men­­cegah kerusakan ekso­sis­tem lingkungan dan bencana banjir. Apalagi, saat ini musim hujan sehingga bisa menimbulkan banjir jika sampah berserakan di sungai itu.

“Kami berharap ma­sya­rakat memiliki kesadaran dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai,” katanya.

Menurut dia, selama ini tingkat kesadaran masya­ra­kat membuang sampah ke daerah aliran sungai (DAS) belum cukup baik, terbukti masih banyak ditemukan sampah di buang ke sungai. Sehingga ketika terjadi musibah banjir, ma­ka sampah-sampah banyak bermuara ke pantai.

Baca Juga  Berstatus ODP, Kesehatan Mastilizal Aye Diperiksa

Dijelaskan Mairizon, sosialisasi untuk tidak mem­­buang sampah ke su­ngai sudah dilakukan Pemko Padang. Bahkan sejak tiga bulan terakhir, sosialisasi digencarkan dengan melibatkan unsur kelurahan, kecamatan dan seluruh OPD. Tidak hanya itu, juga dilakukan imbauan di mas­jid-masjid saat kegiatan shalat Jumat dan lainnya, agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

Yudi Indra: Diangkat Manual

Sementara Kepala Di­nas Pariwisata Kota Pa­dang Yudi Indra Syani, Ming­gu (16/7) mengatakan, ben­cana banjir dan longsor berdampak pada berbagai lini termasuk sektor pari­wisata. Destinasi Pantai Padang dan Gunung Pa­dang mengalami dampak langsung akibat bencana.

“Banjir yang terjadi mem­­bawa material sam­pah ke laut yang lalu ter­dam­par ke pantai sehing­ga Pantai Padang penuh dengan sampah,” kata Yu­di, saat dihubungi, ke­ma­rin.

Yudi mengakui, banyak sampah di Pantai Muaro Lasak. Saat ini, sampah-sampah masih diangkat manual oleh petugas. “Bia­sa­nya kita minta bantuan alat berat Dinas PU. Karena tidak bisa mengangkatnya secara manual gundukan sampah itu. Saat ini alat berat PU masih fokus me­na­ngani longsor,” sebut Yu­di.

Sementara itu longsor juga terjadi rute menuju puncak Gunung Padang, akibatnya destinasi wisata ter­sebut tutup sampai Mi­ng­gu ini, ini karena pe­tugas masih mengevakuasi ma­te­­rial longsor. (cr2)