AGAM/BUKITTINGGI

Pelajari Praktek Pembuatan Pakan Awetan, Puluhan Peternak Agam Kunjungi BPTU-HPT Padang Mangatas

0
×

Pelajari Praktek Pembuatan Pakan Awetan, Puluhan Peternak Agam Kunjungi BPTU-HPT Padang Mangatas

Sebarkan artikel ini
BERKUNJUNG— Puluhan peternak sapi di Kabupaten Agam berkunjung ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (13/7).

AGAM, METRO–Puluhan peternak sapi di Kabupaten Agam ber­kunjung ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, Kabupaten Limapuluh Ko­ta, Kamis (13/7). Kunjungan mereka itu untuk belajar budidaya ternak sekaligus praktek pembuatan pakan awetan.

Kedatangan rombongan peternak itu dipimpin Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian (BP3) Agam, M. Tasrif Sartana. Mereka merupakan peserta bimbingan teknis (Bimtek) Budidaya Ternak dan Pakan Alami yang difasilitasi Dinas Pertanian Agam.

“Kita bawa rombongan peternak ke BPTU-HPT Pa­dang Mangatas ini agar mereka bisa melihat bagai­mana budidaya ternak yang baik dan tepat serta bisa belajar pembuatan pakan. Lebih jauh, tentu peternak kita juga bisa mempraktekkan di tempat masing-masing nantinya,” kata M. Tasrif Sartana.

Dijelaskannya, para peternak yang dibawa ke BPTU-HPT Padang Mangatas kali ini berasal dari berbagai kelompok ternak di Agam. Pihaknya memberikan bimtek ke mereka seba­gai bagian dari upaya meningkatkan sumber da­ya peternak di kabupaten itu.

Baca Juga  Wamendagri Buka Muskomwil I Apeksi 2025 di Bukittinggi, Ajak Kepala Daerah Bersinergi Bangun Negeri

“Kita selenggarakan Bimtek selama dua hari. Hari pertama teori yang sudah berlangsung di Sikabu, Nagari Kototuo, kemarin (Rabu, red) dan kunjungan sekaligus praktek lapa­ngan ini merupakan Bimtek hari kedua,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Subkoordinator Informasi dan Jasa Produksi (IJP), BPTU-HPT Padang Mangatas, Multiviza Muslim mengatakan, BPTU-HPT merupakan pusat penghasil bibit sapi unggul. Jenis sapi yang dikembangkan rumpun simental, Belgian blue, limosin dan sapi pesisir.

“Sekarang ada sebanyak 1.300 an lebih populasi sapi potong yang dikem­bangkan di BPTU-HPT Pa­dang Mangatas. Di samping ternak sapi, kita juga mengembangkan pakan hijauan ternak,” kata dia saat menyambut rombongan peternak peserta Bimtek dari Agam tersebut.

Baca Juga  Bupati Agam Audiensi dengan Tim Mitra Desa UNP

Ia menjelaskan, jenis hijauan dominan yang di­kembangkan untuk pakan ternak yakni bracharia decumben (BD). Jenis ini cocok untuk ternak yang dilepas di padang pengembalaan. Ada juga rumput gajah yang menurutnya cocok untuk sapi yang dikandangkan. Selain itu juga dikembangkan jenis hijauan kacang aracis, panicum maximum, dan lainnya.

“BPTU-HPT memiliki are­al pengembangan sapi potong seluas 280 hektar. Memiliki sejarah panjang yang didirikan pada 1916 oleh Pemerintah Hindia Belanda yang semula untuk areal ternak kuda,” sebutnya.

Ditambahkan, BPTU-HPT punya misi meningkatkan populasi sapi potong, meningkatkan produksi dan produktivitas bibit sapi potong, menyediakan bibit sapi potong unggulan bersertifikat dan melakukan distribusi bibit sapi potong unggul. (pry)