METRO PESISIR

Wisata jadi Modal Utama TIngkat Ekonomi Masyarakat

0
×

Wisata jadi Modal Utama TIngkat Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
TANGGULANGI KEMISKINAN— Wako Pariaman H Genius Umar saat rakor penanggulangan kemiskinan.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman Genius Umar menyebut bahwa program pariwisata menjadi modal utama bagi Kota Pariaman me­ngangkat ekonomi masya­rakat di kotanya.  ‘Selain itu juga ada peningkatan sumber daya manusia keluarga miskin melalui sekolah gratis hingga tingkat SMA/SMK atau dikenal  program Bantuan Keuangan Khusus (BKK), program Satu Keluarga Satu Satjana (Sagasaja), kesehatan dan sanitasi,” kata Walikota Pariaman H Genius Umar, kemarin, usai menjadi pem­bicara utama pada rapat koordinasi penanggula­ngan kemiskinan Provinsi Bengkulu.

 Pembenahan pariwisata melalui konsep water front city telah mengubah wajah Kita Pariaman menjadi lebih menarik untuk dikunjungi.  “Salah satu yang kita ubah adalah Talao Pauh, dimana sebe­lumnya adalah telaga yang menjadi tempat kerbau mandi- mandi, nanun setelah dibenahi dengan konsep yqng tepat maka se­karang menjadi daya tarik pariwisata dan mampu mengangkat ekonomi ma­syarakat sekitarnya”, te­rangnya.

Tidak hanya bidang pa­riwisata, lanjutnya, dibi­dang pendidikan juga ada intervensinya.  Kemiskinan dan pendidikan merupakan lingkaran setan yang harus diputus oleh peme­rintah. Oleh sebab itu biaya sekolah dari SD hingga SMA digratiskan di Kota Pariaman, bahkan Pemko Pariaman membayar 6 mi­liyar per tahun kepada Pemprov Sumbar untuk menggratiskan sekolah SMA/SMK yang dikelola pemprov. Agar keluarga miskin bisa keluar dari lingkaran kemiskinan juga kita kuliahkan dengan program Satu Keluarga Satu Sarjana (Sagasaja). Pemko Pariaman bekerjasama dengan pendidikan tinggi vokasi seperti UI, IPB, UGM, Poltekpel Sumbar, PKP, PNP dan kampus top lainnya, sehingga lulusannya  bisa cepat diserap oleh dunia kerja.  Di bidang kesehatan Wako Pariaman juga menyampaikan jaminan BPJS masyarakatnya sudah mencapai 99 persen sehingga dapat penghargaan UHC dari Wapres RI.

Baca Juga  Kadis DSP3A Pimpin Rakor dengan PKH

Tidak hanya itu, Genius juga menyampaikan peran masyarakat sangat tinggi terutama ketika membuka akses jalan-jalan baru tanpa anggaran saerah mauoun pusat.  “Sudah 24 ruas kalan atau sepanjang 40 km sudah kita buka jalan baru bersama dengan masya­ra­kat sekitar yang mau memberikan tanahnya untuk dijadikan jalan”, tukasnya.

Dengan keterbatasan APBD yang hanya 600 mikyar per tahun, membuat Genius memutar otak men­vari solusi lain. “Oleh sebab itu saya harus mencari anggaran pemba­ngu­nan ke pemerintah pusat. Infrastruktur pasar dibantu pembangunannya oleh Presiden RI, kemudian beberapa infrastrujtur pariwisata juga dibantu oleh kementrian. Sehingga pembangunan di Kota Pariaman masih bisa dilanjutkan”, terangnay lagi.

Baca Juga  Pengajuan Penangkapan Benih Lobster tak Memenuhi Persyaratan, DKP Sumbar Tolak Enam Perusahaan

Rakor yang dibuka oleh ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) sekaligus Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Rosjonsyah ini menghadirkan ketua TKPK atau Wakil Bupati/Walikota se Provinsi Bengkulu, instansi vertikal se Propinsi Bengkulu, Baznas dan Universitas Bengkulu.

Rosjonsyah me­nung­kapkan angka kemiskinan di provinsinya mencapai angka 14 persen, sehingga dibutuhkan program penanggulangan yang efektif. “Tahun 2023 ini menjadi momen bagi kita untuk penanggulangan kemiskinan secara komprehensif, bagaimana penanggulangannya bisa difokuskan ke wilayah kantong kemiskinan dan dipastikan rumah tangga miskin mendapat bantuan,” ujarnya. “Kami menilai Kota Pariaman mam­pu menekan angka memiskinan di bawah angka nasional dan mening­katkan ekonomi masya­rakatnya. Oleh sebab itu melalui forum ini, ketua TKPK kabupaten/kota bisa meniru langkah Kota Pa­riaman salam menanggulangi kemiskinan,” tandasnya. (efa)