METRO SUMBAR

Rendahnya Minat Baca, Melahirkan Sarjana Sempit Ilmu Pengetahuan

0
×

Rendahnya Minat Baca, Melahirkan Sarjana Sempit Ilmu Pengetahuan

Sebarkan artikel ini
RATAKOM—Sekretaris DPD Perkumpulan Penulis Indonesia (Satupena) Provinsi Sumatera Barat Armaidi Tanjung, usai pembukaan Rapat Tahunan Komisariat (Ratakom) ke-X Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Sumatera Barat, kemarin.

PARIAMAN, METRO–Rendahnya minat baca mahasiswa di Pariaman harus menjadi perhatian serius kalangan mahasis­wa itu sendiri. Minat baca yang rendah tentu akan melahirkan sarjana yang sempit ilmu pengetahuannya. Demikian diungkapkan Sekretaris DPD Perkumpulan Penulis Indonesia (Satupena) Provinsi Sumatera Barat Armaidi Tanjung, pada pembukaan Rapat Tahunan Komisariat (Ratakom) ke-X Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Sumatera Barat, kemarin.

Menurut Armaidi, ren­dahnya minat baca mahasiswa memang memprihatinkan. Karena mahasiswa tersebut adalah calon pemimpin masa depan bangsa, generasi penerus bangsa ini. Bayangkan, mahasiswa yang malas membaca akan berpikiran sempit, mau benar sendiri, tentunya juga malas belajar dari pengalaman masa lalu dan orang lain.

“Padahal belajar dari sejarah berdirinya bangsa Indonesia ini, para pahlawan yang mendirikan bang­sa ini adalah para mahasiswa terpelajar. Memiliki minat baca yang tinggi, terutama membaca buku. Sehingga mereka pun mampu melahirkan pikiran dan idenya melalui  buku yang banyak. Hingga hari ini masih bisa dibaca pikiran para tokoh bangsa tersebut,” tutur Armaidi, penulis buku Kota Pariaman Dulu, Kini dan Masa Depan ini.

Baca Juga  Pasaman Zero Pasien Covid-19, Tiga Pasien Dinyatakan Sembuh

Ketua PC PMII Kota Pariaman Afrinaldi dalam sambutannya mengakui rendahnya minat baca ma­hasiswa di Pariaman. “Ter­kadang kita malu dengan kondisi mahasiswa yang malas membaca buku ini. Perbedaan mahasiswa Pa­riaman yang rendah minat bacanya ini amat dirasakan ketika bertemu di forum-forum resmi di luar Sumatera Barat. Kelihatan saja kemampuan mahasiswa Pariaman yang lebih rendah dibanding mahasiswa dari provinsi lain,” tutur Afrinaldi.

“Karena itu, PC PMII Kota Pariaman akan lebih fokus mendorong kader­nya untuk meningkatkan minat baca. Di sekretariat PMII Kota Pariaman diupayakan perpustakaan mi­ni dengan menyediakan buku-buku bacaan. Terutama terkait dengan kemahasiswaan, sejarah, teknologi dan sebagainya,” kata Afrinaldi.

Baca Juga  Selaju Sampan Lintau akan Dijadikan Destinasi Wisata

Dikatakan Afrinaldi, PMII Kota Pariaman harus melakukan transformasi gerakan. Harus mening­katkan kualitas kader, sa­lah satunya dengan  me­ningkatkan minat baca. Wa­dah PMII sudah mulai berubah, namun jika kader tetap tak berubah, bakal ketinggalan. Transformasi kader ini tergantung dari kader sendiri. Kalau tidak mau juga berubah, ya tidak bisa berubah, tanggung resiko sendiri.

Sebelumnya turut melaporkan Ketua Panitia Ratakom Nesa Amelia dan Ketua Komisariat PMII Unisbar Barlianti Fariesta Afrilied. Ratakom berhasil memilih Ketua PK PMII Unisbar Ronaldo Jus Saputra mengalahkan calon lain Febbyola Kurnia dan Rahman Nur Hakim. (efa)