METRO SUMBAR

Pesan Mendagri Tito Karnavian, Pemerintah Daerah Diminta Perhatikan Kenaikan Harga Komoditi

0
×

Pesan Mendagri Tito Karnavian, Pemerintah Daerah Diminta Perhatikan Kenaikan Harga Komoditi

Sebarkan artikel ini
RAKOR PENGENDALIAN INFLASI— Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, Yas Edizarwin dan jajaran OPD mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi yang dipimpin Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Senin (10/7) melalui zoom meeting.

PDG. PANJANG, METRO–Beberapa komoditi pen­ting dibahas dan perlu jadi perhatian Pemerintah Da­erah dalam kegiatan Ra­pat Koordinasi (Rakor) Pe­ngendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Ne­geri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Senin (10/7). Komoditi itu di antaranya cabai merah, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, telur ayam ras dan jagung.

Dari Padang Panjang, kegiatan ini dikuti melalui Zoom Meeting yang dipimpin Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, Yas Edi­zarwin, S.H, diikuti Forkopimda serta OPD terkait dan Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga, S.S, M.Si.

“Ke depan komoditi ini perlu diperhatikan lagi. Kenapa ini bisa naik. Lakukanlah langkah-langkah konkret yang bisa menurunkan harga komoditi itu,” tegas Tito.

Baca Juga  Bawaslu Sijunjung Gandeng Mahasiswa Awasi Pemilu

Dikatakan, kenaikan komoditi ini juga akan be­rimbas kepada Indeks Per­kembangan Harga (IPH) Nasional. Saat ini sejumlah kabupaten/Klkota alami kenaikan IPH tertinggi nasional. Salah satu daerah Sumatera yang alami ke­naikan IPH tertinggi yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. dimana Kabupaten ini masuk 10 besar dengan kenaikan IPH tertinggi nasional.

Usai rakor, Yas Edi­zar­win kepada Kominfo me­nyampaikan, saat ini berdasarkan data BPS Padang Panjang, IPH kota ini untuk minggu pertama Juli a­dalah 0,441 atau berfluktuasi rendah. Komoditi utama yang berkontribusi untuk fluktuasi ini adalah cabai merah, bawang me­rah dan bawang putih.

Adapun isu pengendalian inflasi Padang Panjang minggu ini di antara­nya antisipasi kenaikan harga pada Juli-Agustus dikarenakan berakhirnya masa panen, khususnya cabai merah dan bawang merah.

Baca Juga  Pemko Usul 194 ASN Payakumbuh Terima Satyalancana Karya Satya

Sementara itu, Putra menyampaikan, sejak akhir Juni harga cabai sudah mulai merangkak naik. Pengalaman pada Juli 2022, harga cabai melonjak hingga mencapai Rp130.000/kg.

“Melihat keadaan ini, kita akan lanjutkan Gerakan Tanam Cabai Merah. Perlu penjadwalan Gerakan Pa­ngan Murah khususnya ca­bai, jika harganya sudah di atas Rp50.000/kg,” ujarnya.

Namun sejauh ini Pa­dang Panjang sudah melaksanakan beberapa kegiatan pengendalian inflasi. Salah satunya lenyelenggaraan Warung Sembako Murah (Toko Pengendali Inflasi) setiap hari di halaman Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM yang merupakan kerja sama dinas itu dengan Koperasi Serambi Mekkah dan Bulog Cabang Bukittinggi. (rmd)