PADANG, METRO–Polda Sumbar memastikan penemuan bom rakitan di Desa Apar Kota Pariaman bukan bagian dari aksi teror, meski penemuan itu bertepatan dengan puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-77 dan menjelang HUT Kota Pariaman.
Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan oleh Tim Gegana Polda Sumbar, bom rakitan yang ditemukan itu merupakan jenis bom ikan.
“Itu bom rakitan untuk menangkap ikan atau bom ikan. Bom rakitan yang ditemukan itu sudah kita musnahkan,” kata Kombes Pol Dwi Sulistyawan kepada wartawan, Selasa (4/7).
Dijelaskan Kombes Pol Dwi, dari hasil penyelidikan, tidak menemukan motif lain dari penemuan bom rakitan tersebut, apalagi aksi teror. Ia mengatakan itu memang bom rakitan itu ada di sana untuk digunakan untuk menangkap ikan.
“Pelaku yang memiliki bom rakitan sudah diketahui identitasnya. Saat ini masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku. Semoga saja dalam waktu dekat bisa kami tangkap,” tegasnya.
Sebelumnya, Warga Simpang Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman geger lantaran ditemukannya 10 botol rangkaian bom ikan di sebuah warung milik warga, Sabtu (1/7).
Temuan tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik warung yang akan membuka dagangannya dan melihat adanya sebuah tas besar berisi yang diduga bom rakitan. Melihat hal tersebut, warga langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian dan langsung mensterilkan lokasi dengan memasang garis polisi (police line).
Usai disterilkan, pihak kepolisian dari Polres Pariaman langsung melakukan koordinasi dengan tim penjinak bom (Jibom) dari Brimob Polda Sumatera Barat untuk melakukan evakuasi terhadap bom rakitan tersebut untuk selanjutnya dilakukan proses disposal atau peledakan.
Kapolres Kota Pariaman AKBP Abdul Aziz, mengatakan, rangkaian sebanyak 10 bom tersebut ditemukan oleh warga di Desa Apar. “Sekitar pukul 15.00 WIB, di Desa Apar, di sebuah warung, masyarakat menemukan serangkaian bom,”ujar AKBP Abdul Aziz.
Menurutnya, warung yang berada di sebelah sebuah sekolah dasar tersebut sudah dua pekan tidak buka, karena sekolah sedang libur. “Yang menemukan adalah pemilik warung,” katanya.
Pemilik warung, menurutnya, berencana membersihkan warung. “Ternyata menemukan rangkaian bom ikan. Juga ditemukan bahan bakar jenis pertalite 2 botol dan tas berisi pakaian.”katanya.
Polres Pariaman kemudian berkoordinasi dengan Tim Jibom Brimob Polda Sumbar yang kemudian datang ke lokasi temuan. “Hasil (identifikasi) dari tim Jibom, jenisnya adalah bom ikan yang diletakkan di sebuah warung oleh pelaku yang belum diketahui,” kata AKBP Abdul Aziz.
Menurutnya, 10 botol bom tersebut telah diamankan Tim Jibom. “Besok akan dilakukan disposal atau diledakkan,”tuturnya. (rgr/ozi)






