METRO SUMBAR

Kota Padang Deflasi, Padang Panjang Inflasi Ringan

0
×

Kota Padang Deflasi, Padang Panjang Inflasi Ringan

Sebarkan artikel ini
DARING—Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Selasa (4/7) secara daring.

PDG. PANJANG, METRO–Terhitung pertengahan tahun ini, sebanyak 78 kota alami inflasi dan 12 kota lainnya alami deflasi. Kota Padang termasuk salah satu kota dengan deflasi terdalam di Sumatera Ba­rat.  Sedangkan Kota Pa­dang Panjang mengacu ke kota terdekat yaitu Kota Bukittinggi yang mengalami inflasi sangat ringan 0,09 persen mtm (month to month). Artinya harga-harga di Padang Panjang pada Juni lalu relatif stabil. Kalaupun ada kenaikan harga, hanya sangat tipis.

Demikian terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah yang di­pimpin Menteri Dalam Ne­geri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Selasa (4/7) secara daring.

Dari Padang Panjang, rakor tersebut diikuti Asisten II Setdako, Ewasoska, S.H, Forkopimda, kepala OPD terkait serta Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam, Putra De­wangga, S.S, M.Si via Zoom Meeting di Ruang VIP Balai Kota.

Baca Juga  Cuti Kepala Daerah yang Ikut Pilkada di Sumbar Berakhir 5 Desember

Dikatakan Tito, saat ini inflasi nasional relatif terkendali 0,14 persen mtm, 3,52 persen yoy (year of year) dan 1,24 persen ytd (year to date). “Ini perlu dipertahankan. Kalau bisa ditingkatkan seperti 12 kota yang alami deflasi, sehingga inflasi semakin ber­kurang,” imbaunya.

Untuk pengendalian inflasi, tambah Tito, ada hal penting yang harus diperhatikan. Di antaranya perbanyak konsumsi rumah tangga, jaga ketersediaan barang. Kalau bisa harga terjangkau oleh masya­rakat. Perkuat ketersediaan pupuk. Belanja seba­nyak mungkin produk da­lam negeri.

“Ini hal-hal penting yang perlu kita perhatikan untuk mengendalikan inflasi. Begitu juga dengan komoditi yang menaikkan inflasi. Seperti saat ini komoditi jagung, bawang putih, bawang merah, daging ayam dan telur ayam ras, komoditi ini perlu kita jaga,” tegasnya.

Baca Juga  Relasi Pariaman-Teluk Bayur Beroperasi Tahun 2023, PT KAI Targetkan Kereta Api Angkutan CPO

Sementara itu Putra Dewangga kepada POSMETRO menjelaskan, deflasi ini merupakan fenomena penurunan harga. Di Sumbar, deflasi terjadi di Kota Padang. Artinya secara umum terjadi penurunan harga komoditi di Kota Padang.

“Sedangkan Kota Pa­dang Panjang mengacu ke kota terdekat yaitu Kota Bukittinggi yang mengalami inflasi sangat ringan,” terangnya.

Perlu diketahui, kata Putra, saat ini Indeks Per­kembangan Harga (IPH) Padang Panjang pada minggu keempat Juni me­ngalami kenaikan yang sangat rendah, yaitu 0,567.

Komoditi yang berkontribusi pada fluktuasi harga tersebut adalah daging ayam ras, jeruk, ikan kembung. “Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Padang Panjang akan selalu me­lakukan upaya-upaya untuk menurunkan inflasi di kota kita,” tuturnya. (rmd)