METRO SUMBAR

Gubernur Sumbar Rangkul OJK, Lindungi Masyarakat dari Produk Jasa Keuangan Ilegal

0
×

Gubernur Sumbar Rangkul OJK, Lindungi Masyarakat dari Produk Jasa Keuangan Ilegal

Sebarkan artikel ini
HADIRI—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menghadiri acara Sertijab Kepala OJK Provinsi Sumbar dari Yusri kepada Untung Santoso sebagai Plt. Kepala OJK di Auditorium Gubernuran, Selasa (4/3).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak Oto­ritas Jasa Keuangan (OJK) Prov. Sumbar untuk berkolaborasi lebih dalam membangun ekonomi da­erah dan melindungi ma­syarakat dari produk jasa keuangan ilegal. “Pemerintah daerah dan OJK perlu tingkatkan sinergitas, agar masyarakat terlindungi dari praktik-praktik investasi bodong, produk jasa keuangan ilegal (pinjol) dan sejenisnya,” ajak Mahyeldi saat menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Ser­tijab) Kepala OJK Provinsi Sumbar dari Yusri kepada Untung Santoso sebagai Plt. Kepala OJK di Auditorium Gubernuran, Selasa (4/3). Langkah pencegahan itu, menurut mahyeldi bisa dilakukan dengan pening­katan pengawasan, baik untuk produk jasa keua­ngan yang telah berbasis digital maupun konvensional. Masyarakat perlu dilindungi, maka ia mendorong upaya edukasi juga perlu lebih dimasifkan.

  Ia mengaku, selama ini telah banyak upaya yang dikerjakan bersama oleh pemerintah daerah dan OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ma­syarakat. Salah satunya dengan pembentukan Tim Percepatan Akses Keua­ngan Daerah (TPAKD), namun ia menilai itu masih perlu ditingkatkan. “Kita telah membentuk TPAKD. Bahkan, sampai ketingkat kabupaten/kota, tujuannya agar kebutuhan masya­rakat akan akses keuangan terfasilitasi tapi sepertinya itu belum cukup, perlu juga ada upaya lebih,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi menyebut, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ta­hun 2022, menunjukkan indeks literasi keuangan ma­syarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, naik di­banding tahun 2019 yang hanya 38,03 persen.

Sementara untuk indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10 persen, itu meningkat dibanding periode SNLIK sebelum­nya di tahun 2019 yaitu 76,19 persen.

Ia menambahkan, sedangkan untuk Sumbar indeks literasi keuangannya dalam tiga periode terakhir tercatat tahun 2016 tercatat 27,30 persen, tahun 2019 tercatat 34,55 persen, dan tahun 2022 tercatat 40,70 persen. Untuk indeks inklusi keuangan Sumbar tahun ini tercatat 76,88 persen.

“Ini menjadi tugas kita bersama untuk meningkatkan indeks literasi dan indeks inklusi keuangan ma­syarakat di Sumbar, terutama generasi muda,” ucap Mahyeldi.

Terakhir, pada kesempatan itu Mahyeldi me­ngucapkan terima kasih kepada Kepala OJK yang lama, atas kerjasama dan pengabdiannya selama ini untuk perekonomian Sumbar dan berharap pejabat yang baru dapat melanjutkan dan me­nyem­purnakan lang­kah tersebut. (fan)