MENTAWAI, METRO–Keberadaan nelayan yang hilang saat mencari ikan dengan cara menyelam di perairan Tanjung Sinyai, Dusun Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, hingga kini masih misteri.
Pasalnya hingga pencarian hari keempat, Jumat (30/6), korban bernama Testa Parimotan (50) belum berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Padahal, petugas sudah melakukan penyisiran hingga radius beberapa kilometer dan bahkan melakukan penyeleman untuk mencari korban.
“Hari ini sudah memasuki pencarian hari keempat. Tim Gabungan yang disebar ke empat titik pencarian dengan area 1 NM2, belum berhasil menemukan korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Akmal kepada wartawan, Jumat (30/6).
Akmal mengatakan, sejak pagi hari tim gabungan telah berupaya melakukan pencarian di perairan dan di sepanjang bibir pantai yang ada di sekitar lokasi kejadian. Saat dilakukan pencarian cuaca hujan dengan kecepatan angin 2-15 konten serta tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter.
“Pukul 17.10 WIB, tim SAR gabungan dengan RIB 02 bergerak menuju Pulau Silabu untuk beristirahat. Untuk unsur yang terlibat terdiri dari tim SAR Mentawai, TNI, Polri, BPBD Mentawai, Tagana, dan masyarakat,” tambahnya.
Akmal menjelaskan, hilangnya korban berawal pada Senin (26/6) pukul 09.00 WIB. Korban pergi mencari ikan dengan sampan bersama temannya. Di pertengahan jalan, korban berpisah dengan temannya saat sampai d lokasi korban mencari ikan. Lalu, korban menambatkan sampannya dan menyelam mencari ikan.
“Pada siang hari itu, temannya masih melihat sampan korban tertambat, tapi korban tidak ada di lokasi. Sampai pagi Selasa 27 Juni 2023, korban masih belum kembali ke rumah,” jelas Akmal.
Kemudian, ditambahkan Akmal, pada Selasa 27 Juni 2023 pukul 19.30 WIB, Waka Polsek Sikakap melaporkan kejadian orang hilang saat mencari ikan itu ke SAR Mentawai.
“Setelah terima laporan itu, kita langsung berkoordinasi dan menyiapkan armada untuk melakukan pencarian korban. Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” tukasnya. (rul)






